Kinerja Moncer! Indosat Raup Pendapatan Rp 30,7 Triliun dan Genjot Investasi AI Cloud

Indosat
President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha (kiri) berfoto bersama Dir & Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti (tengah) dan Dir & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Buldansyah. (Dok. Indosat for Radartasik.id)
0 Komentar

Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, Indosat memperoleh dana sekitar Rp 11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas finansial perusahaan sehingga lebih leluasa mengalokasikan investasi pada sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Indosat juga terus mengembangkan bisnis AI Cloud untuk menjawab meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI di berbagai sektor industri. Selama semester pertama 2026, AI Cloud mencatatkan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang mencapai US$28 juta.

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan infrastruktur AI yang berdaulat sekaligus mempertegas posisi AI Cloud sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Baca Juga:Perry Warjiyo Mundur dari BI, Kenapa IHSG Langsung Berubah Arah? Ini Penjelasan AnalisBadan Gizi Nasional Bekukan 833 SPPG, Ada Temuan Keracunan hingga Dugaan Penyelewengan Dana 

Perluas Jaringan 5G dan Infrastruktur AI

Untuk mendukung pengembangan ekosistem AI, Indosat memperoleh tambahan spektrum frekuensi sebesar 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Tambahan spektrum ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperbaiki kualitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital berbasis AI.

Penguatan jaringan tersebut juga menjadi fondasi bagi pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA), yang diproyeksikan membuka peluang monetisasi baru sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas, personal, dan andal bagi pelanggan.

Dorong ESG dan Pengembangan Talenta Digital

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Indosat juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan sistem pengelolaan energi yang lebih efisien berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dengan masuknya Indosat ke dalam tiga Indeks ESG KEHATI, yaitu SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni–November 2026.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indosat menjalin kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation. Kolaborasi ini menargetkan pengembangan satu juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga tahun 2029.

Melalui berbagai langkah tersebut, Indosat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi AI, penerapan prinsip ESG, serta pengembangan talenta digital yang inklusif guna memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital. (rls)

0 Komentar