Juventus harus menyertakan kewajiban membeli (obligation to buy) pada musim panas 2027.
Artinya, jika kesepakatan tercapai, Bianconeri tidak bisa mengembalikan pemain tersebut di akhir masa peminjaman dan wajib menebusnya secara permanen sesuai nilai yang telah disepakati.
Di sisi lain, Juventus memiliki pandangan berbeda. Manajemen lebih menginginkan skema opsi pembelian (option to buy) sehingga keputusan membeli secara permanen baru akan diambil apabila Zirkzee mampu memenuhi target performa tertentu selama masa peminjaman.
Baca Juga:Gasperini Inginkan Abde Ezzalzouli, Real Betis Minta AS Roma Bayar Rp1,2 TriliunBesiktas Urung Rekrut Mohamed Salah: Komisi Agen Jadi Biang Kerok
Perbedaan inilah yang hingga kini masih menjadi titik utama negosiasi. Meski begitu, kedua klub disebut terus menjalin komunikasi intensif untuk mencari jalan tengah yang menguntungkan semua pihak.
Keinginan Juventus mendatangkan Zirkzee tidak terlepas dari penurunan performanya sejak hijrah ke Inggris.
Pada musim 2025/2026, striker berusia 25 tahun itu hanya tampil 24 kali di Premier League, mencetak 2 gol dan 1 assist dalam total 626 menit bermain.
Musim debutnya bersama Manchester United pada 2024/2025 juga belum sepenuhnya memuaskan.
Setelah didatangkan dari Bologna dengan nilai transfer sekitar £36,5 juta, Zirkzee mencatatkan 3 gol dan 1 assist dalam 32 pertandingan Premier League.
Nama Zirkzee mulai mencuri perhatian ketika tampil luar biasa bersama Bologna pada musim 2023/2024.
Saat itu ia menjadi salah satu penyerang terbaik Serie A dengan torehan 11 gol dan 6 assist dalam 34 pertandingan liga.
Ia juga menambahkan 2 assist di Coppa Italia, sehingga total mencatat 12 gol dan 8 assist di semua kompetisi.
Baca Juga:Gabung Colo-Colo, Kiper Tanjung Verde Dilarang Gunakan Nama Punggung VozinhaPelatih AC Milan Halangi Transfer Yunus Musah ke Lazio
Performa impresif tersebut mengantarkan Bologna lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Secara individu, Zirkzee juga masuk dalam Serie A Team of the Year dan dinobatkan sebagai Best Under-23 Player Liga Italia.
Juventus berharap kepindahan kembali ke Italia mampu menghidupkan lagi performa terbaik sang striker.
Bermain di bawah arahan Luciano Spalletti diyakini dapat memberikan lingkungan yang lebih sesuai dengan gaya bermain Zirkzee, yang mengandalkan teknik, visi bermain, dan kemampuan menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Kini, semua bergantung pada hasil negosiasi antara Juventus dan Manchester United.
Jika kedua klub berhasil menemukan titik temu mengenai skema transfer, bukan tidak mungkin Joshua Zirkzee akan kembali merumput di Serie A dan menjadi tambahan kekuatan penting bagi ambisi Bianconeri bersaing memperebutkan gelar musim depan.
