Nama Juventus sebenarnya sudah lama dikaitkan dengan Frattesi.
Ketertarikan Bianconeri disebut berasal dari pelatih Luciano Spalletti yang mengenal betul kualitas sang gelandang sejak menangani Timnas Italia.
Spalletti bahkan pernah mengusulkan nama Frattesi kepada manajemen Juventus, baik ketika klub masih dipimpin Damien Comolli maupun setelah posisi tersebut dipegang Giovanni Carnevali.
Menurut Spalletti, Frattesi merupakan gelandang yang mampu memberikan kontribusi besar, termasuk lewat kemampuannya mencetak gol dari lini kedua.
Baca Juga:Juventus Ngebut Datangkan Joshua Zirkzee, Ini Syarat yang Diminta Manchester UnitedGasperini Inginkan Abde Ezzalzouli, Real Betis Minta AS Roma Bayar Rp1,2 Triliun
Meski demikian, hingga kini Juventus belum mengajukan langkah konkret selain meminta informasi mengenai situasi pemain.
Alasannya cukup jelas. Juventus masih harus mengurangi jumlah pemain di lini tengah sebelum mendatangkan wajah baru.
Nama-nama seperti Arthur Melo dan Teun Koopmeiners masih masuk daftar pemain yang berpotensi dilepas.
Selama proses tersebut belum selesai, negosiasi untuk Frattesi praktis masih “dibekukan”, meski belum benar-benar ditinggalkan.
Di sisi lain, peluang Frattesi pindah ke Liga Inggris justru dinilai lebih besar.
Beppe Riso memiliki hubungan yang sangat baik dengan sejumlah klub Premier League.
Setidaknya ada dua klub yang saat ini sedang mencari gelandang dan diyakini memantau perkembangan situasi Frattesi.
Baca Juga:Besiktas Urung Rekrut Mohamed Salah: Komisi Agen Jadi Biang KerokGabung Colo-Colo, Kiper Tanjung Verde Dilarang Gunakan Nama Punggung Vozinha
Klub pertama adalah Newcastle United. Hubungan Riso dengan The Magpies sudah terjalin sejak proses transfer Sandro Tonali ke Newcastle beberapa musim lalu.
Meski Tonali kemudian hengkang ke Tottenham Hotspur, komunikasi antara kedua belah pihak tetap berjalan baik.
Klub kedua adalah Nottingham Forest milik Evangelos Marinakis, pengusaha asal Yunani yang juga mengendalikan Olympiakos.
Menariknya, Nottingham Forest sebenarnya hampir mendapatkan Frattesi pada bursa transfer Januari lalu.
Saat itu, proses transfer bahkan sudah mendekati tahap akhir dan jadwal tes medis telah disiapkan.
Sayangnya, kepindahan tersebut akhirnya batal setelah Inter Milan memutuskan mempertahankan Frattesi.
Keputusan itu diambil karena Nerazzurri gagal merekrut Curtis Jones sebagai penggantinya.
Kini situasinya berbeda. Inter lebih terbuka untuk melepas Frattesi apabila mendapatkan penawaran yang dianggap layak yang membuka peluang klub-klub Premier League kembali terbuka lebar.
Dengan jendela transfer yang masih berlangsung, masa depan Davide Frattesi diperkirakan akan menjadi salah satu saga transfer yang menarik untuk diikuti.
