Jeje juga mengutip kaidah, “Li kulli zamānin rijāluh, wa li kulli rijālin zamānuh.” yang berarti setiap zaman memiliki tokohnya dan setiap tokoh memiliki zamannya.
Ia pun berpesan agar kader Pemuda PERSIS tidak hanya berbangga dengan sejarah organisasi, tetapi mampu melahirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.
“Jaga integritas, kuatkan sinergi dengan induk jam’iyyah, dan padukan dakwah dengan penguasaan sains, teknologi, dan ekonomi,” pesan KH Jeje.
Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga
Untuk mendukung agenda tersebut, kepengurusan periode 2026–2031 diperkuat dengan 13 bidang kerja nasional yang mencakup Jam’iyyah, administrasi, kaderisasi, pendidikan, dakwah, ekonomi, politik, keamanan hingga lingkungan hidup.
Selain itu, dibentuk empat lembaga strategis, yakni Lembaga Kaderisasi Ulama Muda, Lembaga Studi Sastra dan Kebudayaan, Lembaga Akselerasi Ekonomi Jam’iyyah, serta Lembaga Strategi Komunikasi dan Pengembangan Media.
Melalui struktur baru tersebut, PP Pemuda PERSIS menargetkan transformasi organisasi dari sekadar organisasi kader menjadi pusat peradaban, sekaligus memperkuat peran dakwah, ekonomi, dan kontribusi kebangsaan. (dik)
