Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menilai pesta rakyat menjadi momen yang paling berkesan karena mampu mengundang masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Tasikmalaya.
“Antusias ini menunjukkan bahwa rasa cinta masyarakat terhadap Kabupaten Tasikmalaya begitu besar. Bahkan banyak masyarakat dari berbagai kecamatan yang sengaja hadir baik ke panggung hajat rakyat di Singaparna maupun di panggung hiburan di Manonjaya,” ungkap Asep.
Ia berharap peringatan hari jadi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum kebangkitan daerah dalam mewujudkan visi pembangunan dan memenuhi janji kepada masyarakat.
Baca Juga:Langkah Berani Asep Muslim: Tolak Baju Adat Baru, Dorong Efisiensi Anggaran DPRD TasikmalayaUlama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan Keluarga
“Artinya pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hadir untuk masyarakat. Bukan hanya seremonial tapi pembangunan busa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” harapnya.
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dra H Budi Ahdiat, juga mengapresiasi penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan yang dinilai berlangsung tertib dan mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kecamatan.
“Jadi kalau ada kekurangan sedikit-sedikit itu wajar tapi saya patut mengapresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara tersebut sehingga dari mulai acara awal rangkaian sampai penutupan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya bisa berjalan dengan tertib dan aman hingga menarik antusias besar dari masyarakat,” ungkap Budi.
Menurutnya, masyarakat terlihat antusias mengikuti kegiatan sejak hari pertama hingga penutupan. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan turut berkontribusi menyukseskan Milangkala ke-394, termasuk Bank Indonesia Tasikmalaya dalam penguatan sektor UMKM.
“Yang paling berkesan, semua stakeholder ikut andil dalam acara rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya ini. Terutama kepala BI Tasikmalaya, kita yang menjadi pembina UMKM boleh dikatakan berhasil, kenapa?. Karena selama acara berlangsung dari pertama sampai akhir hampir 4,5 miliar perputaran uang bergulir di selama acara tersebut, luar biasa,” tambah Budi. (dik)
