TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Predikat Kota Layak Anak dinilai bukan sekadar penghargaan yang diraih pemerintah daerah.
Lebih dari itu, predikat tersebut harus diikuti dengan upaya nyata dalam memastikan setiap anak memperoleh perlindungan, pengasuhan yang baik, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya, Rina Marlina, mengatakan keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak tidak bisa diukur dari ada atau tidaknya kasus yang terjadi.
Baca Juga:Prabowo Tunjuk Pria Kelahiran Tasikmalaya Ini Jadi Wakil Jaksa AgungHari Anak Nasional Dibayangi Bullying, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Soroti Peran Keluarga sebagai Pangkal Masalah
Menurutnya, kasus yang melibatkan anak masih mungkin ditemukan di daerah mana pun, termasuk di wilayah yang telah menyandang predikat Kota Layak Anak.
“Kalau menurut saya di manapun, di kota manapun, yang kota sekalipun sudah dapat predikat layak anak tidak akan terlepas. Yang paling penting adalah ada mekanisme, mekanisme upaya yang maksimal dari semua pihak, khususnya pemerintah, untuk melakukan perlindungan terhadap anak,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Rina menuturkan, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu perlindungan anak merupakan perkembangan yang positif.
Namun, banyaknya laporan yang muncul tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai indikator keberhasilan ataupun kegagalan sebuah daerah dalam mewujudkan Kota Layak Anak.
Yang terpenting, kata dia, setiap laporan harus direspons melalui mekanisme penanganan yang jelas dan upaya pencegahan yang terus diperkuat.
Ia menambahkan, perlindungan anak tidak boleh berhenti pada pemenuhan aspek administratif maupun pencapaian predikat semata.
Lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat harus menjadi ruang yang benar-benar aman bagi anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.
Baca Juga:Dua Pelajar Mangkubumi Tasikmalaya yang Hilang Ditemukan Selamat, Satu Anak Masih DicariKepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Mundur, Alasan Kesehatan dan Akan Berobat ke Luar Negeri
Menurut Rina, masih ditemukannya kasus perundungan juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama perlu terus dibangun sejak dini.
Lingkungan yang membiarkan perundungan terjadi, kata dia, menunjukkan pentingnya memperkuat empati dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kota Tasikmalaya menjadi Kota Layak Anak tidak hanya jargon ataupun penilaian predikat saja, tapi betul-betul mampu menghadirkan cinta kasih di tengah-tengah keluarga, mampu menciptakan lingkungan yang aman di mana anak itu berada. Ketika misalnya kita tahu bahwa masih ada perundungan, berarti kita sesungguhnya sedang diuji, sedang diuji melihat bahwa lingkungan kita kehilangan empati,” katanya. (Fitriah Widayanti)
