BANJAR, RADARTASIK.ID – Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DinsosP3A Kota Banjar mengedukasi pelajar SMKN 3 Banjar mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Edukasi diberikan di momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Kamis 23 Juli 2026.
Kepala Bidang (Kabid) P3A DinsosP3A Kota Banjar Hj Yurniati mengatakan, MPLS tidak hanya sekedar mengenal lingkungan sekolah dan guru, tapi mengenal nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama belajar di sekolah.
“Sebagai siswa SMK, harus dipersiapkan menjadi generasi yang terampil, kreatif, dan siap memasuki dunia kerja,” ucapnya.
Baca Juga:Massa Sikapi Dugaan Pengeroyokan, Kecewa Wali Kota Banjar Tak Hadir AudiensiKasus Dugaan Penipuan Investasi Oknum Anggota DPRD Kota Banjar Terus Disorot
Maka dari itu, bangun semangat belajar, kuasai teknologi, tingkatkan keterampilan, serta jaga etika dalam berkomunikasi, termasuk di media sosial untuk bijak.
Salah satunya, mencegah terjadinya kekerasan baik secara langsung melalui fisik atau verbal (media) yang dilakukan seseorang ke orang lain baik perempuan atau anak.
“Lalu bagaimana cara melakukan pencegahan? Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.
Pertama, meningkatkan kesadaran dan pendidikan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kedua, membangun lingkungan yang aman, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di sekolah.
Ketiga, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan kekerasan.
Semua elemen memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan maupun anak, baik satgas, lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan sekolah yang ramah anak, di mana setiap siswa merasa diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ujarnya.
Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup
Diharapkan anak-anak (para pelajar) mampu menjadi Pancawaluya. Untuk menciptakan generasi yang Cageur (sehat jasmani-rohani), Bageur (baik hati), Bener (jujur), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil). (Anto Sugiarto)
