BANJAR, RADARTASIK.ID – Sejumlah massa dari Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Banjar mendatangi kantor Wali Kota Banjar, Rabu 22 Juli 2026.
Mereka mempertanyakan kasus dugaan pengeroyokan terhadap warga Banjar oleh sekelompok orang pada Jumat dini hari 17 Juli 2026.
Massa sempat kecewa. Sebab, Wali Kota Banjar H Sudarsono tidak ada di tempat. Padahal mereka menyebut sebelumnya sudah diagendakan.
Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia
“Kami sangat prihatin dan kecewa kepada Pemkot Banjar karena kurang perhatian, dan audiensi ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama di Kota Banjar,” ucap Ketua Sapma PP Kota Banjar Irwan Herwanto.
Dia menilai, tidak hadirnya wali kota Banjar bukti tak adanya perhatian Pemkot Banjar.
“Audiensi akhirnya diundur hari Sabtu, tapi kami tetap akan melakukan aksi meski nanti akan melakukan audiensi ulang dengan wali kota,” katanya.
Menurutnya, permasalahan ini bukan persoalan salah satu warga.
“Sebenarnya masalah ini bukan anggota kami, tapi dimana pelaku mengungkit masalah suku. Jangan sampai masalah ini terjadi sama seperti di daerah lain (Kalimantan),” pungkasnya.
Asda 3 Setda Kota Banjar H Andi Bastian mengatakan tidak bisa mengambil keputusan dari audiensi ini karena wali kota berada di luar kota.
“Maka audiensi di undur hari Sabtu besok, sesuai dengan arahan bapak wali kota tadi saat video call,” ucapnya.
Menurutnya, ini akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Banjar. Pihaknya menunggu masukan ataupun kritikan apapun, karena Pemkot Banjar tidak bisa bekerja sendiri. (Anto Sugiarto)
