Warga Garut Mulai Mengalami Kesulitan Air Bersih

Air bersih
Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga di Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Salah satunya di Kecamatan Cibatu.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bergerak menerjunkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saepulloh menyampaikan bahwa penurunan debit air secara drastis terpantau di Desa Mekarsari dan Desa Sindangsuka Kecamatan Cibatu.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

Kondisi ini diperkuat oleh laporan resmi dari Pemerintah Kecamatan Cibatu melalui Surat Nomor: 600.2.12.1/129-Kec serta hasil pemantauan langsung di lapangan.

Ia menyampaikan, sebetulnya sumber air masih ada. Namum cukup jauh untuk dijangkau masyarakat.

“Meskipun sebenarnya masih terdapat sumber mata air di bagian atas kawasan, kondisi topografi wilayah serta keterbatasan jaringan distribusi membuat air tidak dapat mengalir ke permukiman warga,” ucapnya, Rabu, 22 Juli 2026.

Akibat kendala jaringan dan topografi tersebut, warga di Kampung Pasir Randu RT 04 RW 04 Desa Mekarsari serta Kampung Jati Jajar RT 04 RW 08 Desa Sindangsuka sempat mengalami kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Sebagai bentuk tanggap darurat, tim BPBD Garut bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Cibatu, Pemerintah Desa Mekarsari, Desa Sindangsuka, pengurus RW, serta tokoh masyarakat setempat menggelar distribusi air bersih, Selasa 21 Juli 2026.

Ia menyebut, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan menggunakan armada mobil tangki ke titik-titik krisis.

Bantuan menjangkau sekitar 110 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 440 jiwa yang terdampak.

Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup

“Upaya distribusi ini merupakan langkah darurat agar kebutuhan mendasar masyarakat untuk konsumsi minum, memasak, hingga sanitasi dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Menghadapi potensi kemarau yang masih berlangsung, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah antisipasi mandiri.

Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penghematan air sejak dini serta rutin memeriksa kemungkinan adanya kebocoran saluran air di lingkungan rumah tangga.

Kemudian penampungan mandiri dengan menyiapkan tempat atau wadah penampungan air mandiri untuk cadangan harian.

“Menjaga cadangan air tanah dengan memanfaatkan fasilitas sumur resapan dan lubang biopori di sekitar tempat tinggal guna menjaga kestabilan cadangan air tanah,” pungkasnya.

0 Komentar