“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Ia juga mengapresiasi inisiatif KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang mengusung Kampanye Anti Kekerasan pada Anak “24 Jam Tanpa Jeda” sebagai upaya membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak harus dilakukan secara berkelanjutan tanpa mengenal waktu.
Baca Juga:Mantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten TasikmalayaSemangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya
Wini berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 semakin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan segala bentuk kekerasan terhadap anak.
“Masyarakat juga diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak agar dapat segera ditangani sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (obi)
