Pada 2024 tercatat satu kasus, 2025 satu kasus, dan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai tiga kasus.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak cukup dirayakan dengan seremoni.
Di balik senyum anak-anak, masih ada pekerjaan rumah besar agar ruang belajar dan rumah benar-benar menjadi tempat yang aman, bukan ruang pertama yang melahirkan luka. (rezza rizaldi)
