Maldini Terbang ke Barcelona Temui Guardiola, Italia Bakal Main Tiki-Taka?

Pep Guardiola
Pep Guardiolafoto: instagram @ManCity
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tampaknya benar-benar serius membangun era baru Timnas Italia.

Setelah menunjuk Paolo Maldini sebagai direktur teknik dan Leonardo sebagai penasihat, kini langkah besar berikutnya mulai dijalankan, yakni membujuk Pep Guardiola agar bersedia menangani Gli Azzurri.

Laporan Sky Sport Italia menyebutkan bahwa pada akhir pekan lalu Maldini dan Leonardo terbang ke Barcelona untuk bertemu langsung dengan Guardiola.

Baca Juga:Agen Bantah Bastoni Ingin Reuni dengan Inzaghi di Al Hilal: Ia Sangat Bahagia di InterAgen Bastoni Ungkap Tantangan Terbesar Paolo Maldini di Timnas Italia: Talenta Ada, tetapi Gagal Berkembang

Pertemuan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya FIGC meyakinkan mantan pelatih Manchester City itu agar bersedia menerima proyek jangka panjang bersama Timnas Italia.

Awalnya, keinginan mendatangkan Guardiola hanya dianggap sebagai mimpi. Namun seiring perubahan struktur di tubuh FIGC, ide tersebut berkembang menjadi target nyata.

Kini, federasi dikabarkan tengah bekerja keras agar pelatih asal Spanyol itu bersedia memulai petualangan baru di level tim nasional.

Jika Guardiola menerima tawaran tersebut, bukan tidak mungkin Italia akan mengalami revolusi besar dalam gaya bermain.

Selama lebih dari satu dekade, Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mengubah wajah sepak bola modern melalui filosofi penguasaan bola yang kemudian populer dengan sebutan tiki-taka.

Pep Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola.

Filosofinya dibangun di atas dominasi penguasaan bola, pergerakan tanpa bola yang konstan, serta kemampuan menciptakan keunggulan jumlah pemain di setiap area lapangan.

Baca Juga:AC Milan Diminta Berani Ambil Risiko Mainkan Duet Kostic dan Camarda di Lini DepanAmorim Ingin AC Milan Bermain Menyerang, Modric Kemungkinan Besar Bertahan

Prinsip utama Guardiola adalah memastikan setiap pemain menempati ruang yang tepat pada waktu yang tepat.

Para pemain sayap diarahkan bergerak ke area tengah, gelandang melakukan penetrasi dari lini kedua, sementara penyerang terus berpindah posisi agar pertahanan lawan kehilangan titik referensi.

Pendekatan tersebut membuat tim-tim besutannya selalu mendominasi jalannya pertandingan, baik saat menangani Barcelona, Bayern Munchen, maupun Manchester City.

Meski identik dengan tiki-taka, gaya bermain Guardiola saat melatih Manchester City mengalami evolusi yang cukup signifikan.

Di Liga Inggris, ia tidak lagi hanya mengandalkan operan pendek tanpa henti seperti ketika membesut Barcelona.

Guardiola menyesuaikan filosofinya dengan karakter Premier League yang lebih cepat, lebih fisik, dan dipenuhi lawan yang bertahan dengan blok rendah.

0 Komentar