“Melalui kader, edukasi bisa dilakukan kapan saja, bukan hanya saat kegiatan posyandu. Mereka adalah orang yang dipercaya masyarakat sehingga peluang perubahan perilaku menjadi lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan pola makan seimbang melalui konsep Isi Piringku dan peningkatan aktivitas fisik menjadi dua langkah sederhana namun efektif untuk menekan risiko diabetes pada anak.
Saat ini wilayah kerja Puskesmas Cigeureung memiliki 48 posyandu dengan masing-masing lima hingga enam kader.
Baca Juga:UMB Bersihkan Dadaha Kota Tasikmalaya dari Sampah, Aksi Nyata Kampus untuk LingkunganSaat Cek Kesehatan Tak Selalu Terjangkau, Demokrat Kota Tasikmalaya Baksos EKG dan Donor Darah Gratis
Dengan penguatan kapasitas melalui Model INKOLA, para kader diharapkan mampu menjadi penggerak edukasi kesehatan yang berkelanjutan di tingkat keluarga dan lingkungan.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh kader tidak berhenti di ruang pelatihan. Ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing dan mulai mengajak orang tua menerapkan pola makan sehat kepada anak, di situlah pencegahan diabetes benar-benar dimulai,” pungkas Lia.
Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini terdiri dari Lia Herliana, Novi Enis Rosuliana, Dr. Dini Mariani dan lain sebagainya. (rezza rizaldi)
