RADARTASIK.ID – Jurnalis senior Italia, Andrea Distaso, menyatakan dukungannya terhadap wacana penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia.
Menurutnya, Azzurri tidak lagi membutuhkan pelatih dengan nama besar semata, melainkan sosok yang mampu membangun proyek jangka panjang dan menciptakan ikatan kuat dengan para pemain.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Distaso menegaskan bahwa reputasi besar bukan lagi jaminan kesuksesan di level tim nasional.
Baca Juga:Gaji Jadi Penyebab Dimarco Enggan Perpanjang Kontrak dengan Inter MilanOperasi Rahasia Juventus Sukses Curi Zeki Celik dari AS Roma
“Pelatih-pelatih dengan nama besar semuanya gagal di Piala Dunia ini. Yang dibutuhkan Timnas Italia bukan sekadar sosok terkenal di bangku cadangan, melainkan proyek yang kuat dan berkelanjutan,” tulis Distaso.
“Karena itu, jika Paolo Maldini dan Leonardo memilih Andrea Pirlo, keputusan tersebut tidak seharusnya dipandang dengan skeptis,” lanjutnya.
Menurut Distaso, dua finalis Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente bersama Spanyol dan Lionel Scaloni bersama Argentina, telah memperlihatkan bagaimana sebuah tim bisa sukses berkat keseimbangan antara kualitas permainan, semangat juang, serta hubungan emosional yang erat antara pelatih dan para pemain.
Ia menilai Spanyol menunjukkan permainan kolektif yang luar biasa ketika menyingkirkan Prancis.
Meski dikenal mengandalkan penguasaan bola, tim asuhan De la Fuente juga mampu memperlihatkan karakter kuat saat harus bertahan menghadapi tekanan dari Kylian Mbappé dan rekan-rekannya.
Di sisi lain, Argentina kembali membuktikan mental juara yang telah menjadi identitas mereka di bawah arahan Lionel Scaloni.
Tim Tango berkali-kali mampu bangkit dari situasi sulit dan meraih kemenangan dramatis berkat kekompakan seluruh anggota tim.
Baca Juga:AC Milan Butuh Dana Transfer Rp3 Triliun, Leao Masuk Daftar Cuci GudangKesal dengan Tawaran Gaji Udinese, Zaniolo Ditawarkan ke Juventus dan AC Milan
Menurut Distaso, kesamaan terbesar antara De la Fuente dan Scaloni bukan hanya soal taktik, tetapi juga kemampuan membangun hubungan personal dengan para pemain.
Scaloni sendiri pernah mengungkapkan bahwa De la Fuente merupakan salah satu pengajarnya saat mengikuti kursus kepelatihan di Spanyol.
Hubungan itu terus terjalin hingga kini, dan keduanya sama-sama memiliki gaya kepemimpinan yang mengedepankan komunikasi, kepercayaan, serta rasa kekeluargaan.
Distaso menilai para pemain rela memberikan segalanya untuk pelatih seperti Scaloni maupun De la Fuente karena mereka tidak hanya diperlakukan sebagai atlet, tetapi juga sebagai manusia.
