Gaji Jadi Penyebab Dimarco Enggan Perpanjang Kontrak dengan Inter Milan

Inter
Federico Dimarco, pemain Inter. (Federico Dimarco/Instagram)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Masa depan Federico Dimarco bersama Inter Milan masih diselimuti tanda tanya.

Meski pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, hingga kini kedua belah pihak belum juga mencapai kata sepakat.

Salah satu penyebab utama mandeknya negosiasi adalah persoalan gaji. Dimarco dikabarkan menginginkan kenaikan upah yang cukup signifikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya sepanjang musim lalu.

Bek kiri berusia 28 tahun itu tampil luar biasa pada musim 2025/2026.

Baca Juga:Operasi Rahasia Juventus Sukses Curi Zeki Celik dari AS RomaAC Milan Butuh Dana Transfer Rp3 Triliun, Leao Masuk Daftar Cuci Gudang

Ia menjadi salah satu sosok kunci keberhasilan Inter meraih gelar Serie A sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik atau MVP kompetisi.

Performa impresif tersebut membuat Dimarco diproyeksikan tetap menjadi andalan pelatih Cristian Chivu pada musim 2026/2027.

Namun, di balik performa gemilangnya, negosiasi kontrak justru berjalan alot.

Saat ini kontrak Dimarco masih berlaku hingga 30 Juni 2027, tetapi pembicaraan perpanjangan yang dimulai sejak akhir Februari atau awal Maret belum menghasilkan kesepakatan.

Sejak awal, baik Inter maupun perwakilan sang pemain sama-sama menyatakan keinginan untuk melanjutkan kerja sama.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pembicaraan tidak mengalami perkembangan berarti karena terdapat perbedaan cukup besar dalam hal nilai kontrak baru.

Saat ini Dimarco menerima gaji sebesar 4 juta euro per musim, atau sekitar Rp80 miliar dengan kurs 1 euro = Rp20.000.

Nominal tersebut dinilai belum mencerminkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik Inter musim lalu.

Baca Juga:Kesal dengan Tawaran Gaji Udinese, Zaniolo Ditawarkan ke Juventus dan AC MilanJurnalis Italia Sarankan AC Milan Tukar Guling Jashari dengan Ederson: Solusi Cerdas Perkuat Lini Tengah

Namun, saat ini sang pemain disebut menginginkan kenaikan gaji hingga mendekati 6 juta euro per musim, setara sekitar Rp120 miliar.

Angka itu dianggap layak mengingat kontribusinya di lapangan serta statusnya sebagai MVP Serie A.

Sebagai perbandingan, kapten Inter Lautaro Martínez menerima gaji sekitar 9 juta euro atau sekitar Rp180 miliar per musim.

Sementara Nicolò Barella memperoleh sekitar 6,5 juta euro (Rp130 miliar), Hakan Çalhanoğlu sekitar 7 juta euro (Rp140 miliar termasuk bonus), Marcus Thuram juga berada di kisaran tersebut, sedangkan Alessandro Bastoni mengantongi sekitar 5,5 juta euro atau sekitar Rp110 miliar setiap musim.

Melihat struktur gaji tersebut, Dimarco merasa permintaannya masih masuk akal. Namun, Inter belum bersedia memenuhi angka yang diinginkan sehingga negosiasi masih menemui jalan buntu.

0 Komentar