Tak hanya memberikan semangat kepada warga, Viman juga menjadi perhatian peserta nobar karena menepati taruhan persahabatan yang dibuat sebelum pertandingan.
Ia mengungkapkan telah bersepakat dengan rekannya, Opik. Jika Argentina menang, dirinya harus melakukan 20 kali push-up. Sebaliknya, jika Inggris menang, Opik harus berjalan menuju Masjid Agung untuk menunaikan Salat Subuh.
Begitu peluit panjang berbunyi dan Argentina memastikan kemenangan, Viman langsung memenuhi janjinya dengan melakukan 20 kali push-up di hadapan warga. Aksi tersebut disambut tepuk tangan dan sorak peserta nobar.
Baca Juga:Dadaha Dijaga Lebih Ketat, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Patroli dan Tata PKLIsu Keuntungan Vendor Parkir 5 Persen Mencuat, Kebocoran Setoran Jadi PR Pengelolaan Parkir Kota Tasikmalaya
“Ya, tadi saya push-up. Jantan saja, 20 kali. Sekalian olahraga juga supaya sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya H Amran Saefullah menuturkan, kegiatan nobar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi melalui semangat sportivitas.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat membuktikan kawasan GCC Dadaha mampu menjadi ruang publik yang dimanfaatkan secara positif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh sportivitas. Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga,” tuturnya.
Amran juga mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta saling menghormati selama kegiatan berlangsung.
“Dengan kebersamaan seluruh masyarakat, kami berharap setiap kegiatan di kawasan Dadaha dapat berjalan nyaman, tertib, kondusif, sehingga semua orang bisa menikmati acara dengan aman dan menyenangkan,” pungkasnya.
Kemeriahan nobar di GCC Dadaha menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit.
Baca Juga:GECE 112 kota Tasikmalaya Tambah Fitur, Laporan Darurat Tak Lagi Bergantung TeleponJNE Perkuat Bisnis UMKM Lewat JLC Member Gathering
Di Kota Tasikmalaya, momentum itu berubah menjadi ruang silaturahmi, hiburan, sekaligus penggerak sport tourism—membuktikan bahwa ketika ruang publik dikelola dengan baik, tribun kebersamaan selalu lebih ramai daripada tribun perdebatan. (firgiawan)
