“Saya lebih menyukai stadion kecil dengan atmosfer butik yang nyaman dibanding stadion besar tetapi kehilangan suasana,” ungkapnya.
Setiap Pemain Punya Rencana Bisnis
Mirwan juga menjelaskan bahwa Como memiliki pendekatan berbeda dalam mengembangkan pemain.
Jika tiga tahun lalu klub belum memiliki akademi yang mapan, kini Como telah memiliki 11 pemain yang memperkuat tim nasional kelompok umur Italia.
Baca Juga:Kesalahan Terbesar Inggris Saat Ditaklukkan Argentina di Piala Dunia 2026: Buru-Buru Bertahan saat Unggul 1-0Messi Hanya Butuh 90 Menit Lagi untuk Menangkan Ballon d'Or ke-9
Lebih jauh lagi, setiap pemain yang direkrut tidak hanya dinilai dari sisi teknis, tetapi juga memiliki rencana pengembangan bisnis.
“Kami memiliki rencana lima tahun dan sepuluh tahun. Setiap pemain mempunyai business plan. Kami juga mencari peluang bisnis yang bisa dikembangkan bersama mereka,” beber Mirwan.
Ia memberi contoh penyerang Assane Diao yang berasal dari Senegal. Menurutnya, Como dapat mengembangkan berbagai produk atau kerja sama komersial untuk menjangkau pasar Afrika melalui popularitas sang pemain.
Tolak Tawaran Fantastis demi Keuntungan Lebih Besar
Mirwan mengakui aktivitas transfer tetap menjadi salah satu sumber pendapatan utama Como.
Namun, klub tidak selalu tergoda menjual pemain ketika menerima tawaran besar.
Como merekrut Assane Diao dengan harga €12 juta (sekitar Rp240 miliar). Hanya beberapa bulan kemudian, klub menerima tawaran €60 juta (sekitar Rp1,2 triliun), tetapi memilih menolaknya.
Hal serupa terjadi pada Martin Baturina. Gelandang asal Kroasia itu dibeli seharga €18 juta (sekitar Rp360 miliar).
Baca Juga:Inter Milan Sulit Cari Pengganti Dumfries: Djed Spence Harganya Naik Tiga Kali Lipat, Cristian Romero MahalAmorim Cari Otak Serangan Baru: Petinggi AC Milan Tak Cocok dengan Pilihan Ibarhimovic
Meski sempat mendapat tawaran €55 juta (sekitar Rp1,1 triliun), Como tetap menolak karena menilai nilai pasarnya sudah mencapai €75 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Mirwan menjelaskan semakin lama pemain berkembang di Como, semakin besar pula potensi keuntungan klub melalui peningkatan nilai transfer dan proses amortisasi.
Ia juga mencontohkan keberhasilan investasi terhadap Ivan Azon. Pemain tersebut direkrut seharga €2 juta (sekitar Rp40 miliar), kemudian dipinjamkan ke Ipswich Town dengan biaya €2,6 juta (sekitar Rp52 miliar).
Kini, Como bahkan telah menerima tawaran sebesar €10 juta atau sekitar Rp200 miliar untuk pemain tersebut.
Bagi Mirwan Suwarso, seluruh strategi itu merupakan bagian dari proyek jangka panjang.
