Chivu Tak Sabar Mainkan Anak Stankovic, Posisi Calhanoglu Terancam?

Aleksandar Stankovic
Aleksandar Stankovic Foto: Tangkapan layar Instagram@alestankovic
0 Komentar

Saat ini, persaingan di lini tengah Inter memang sangat ketat, sudah ada nama-nama seperti Petar Sucic, Piotr Zielinski, Nicolo Barella hingga Hakan Calhanoglu.

Namun kehadiran Aleksandar justru memberi keuntungan tersendiri bagi Chivu. Ia dapat menjadi alternatif di beberapa posisi sekaligus.

Sucic diprediksi akan lebih leluasa dimainkan sebagai mezzala, posisi yang paling sesuai dengan karakter permainannya, tanpa harus dipaksa turun menjadi regista di depan pertahanan.

Baca Juga:Mirwan Suwarso Ingin Jadikan Como Los Angeles Lakers ItaliaKesalahan Terbesar Inggris Saat Ditaklukkan Argentina di Piala Dunia 2026: Buru-Buru Bertahan saat Unggul 1-0

Dengan demikian, Aleksandar berpotensi menjadi pengganti Calhanoglu sebagai pengatur permainan utama.

Meski gelandang asal Turki itu masih menjadi pilihan utama, masa depannya tetap menjadi bahan spekulasi karena kontraknya belum diperpanjang.

Apabila sewaktu-waktu Calhanoglu harus absen atau bahkan hengkang, Inter sudah memiliki opsi yang dinilai mampu mengisi peran tersebut.

Kesempatan Aleksandar menembus tim utama juga semakin terbuka jika Davide Frattesi benar-benar meninggalkan Inter pada bursa transfer musim panas ini.

Di sisi lain, Chivu dikabarkan tengah mempertimbangkan ide memainkan Andy Diouf sebagai wing-back kanan.

Jika skenario tersebut terwujud, maka Inter akan membutuhkan tambahan pemain di posisi mezzala kanan sebagai pelapis Barella.

Aleksandar dinilai sangat cocok mengisi peran tersebut karena memiliki tendangan keras dari luar kotak penalti, kemampuan yang mengingatkan banyak orang kepada sang ayah, Dejan Stankovic, yang dulu terkenal lewat gol-gol spektakulernya dari jarak jauh.

Baca Juga:Messi Hanya Butuh 90 Menit Lagi untuk Menangkan Ballon d'Or ke-9Inter Milan Sulit Cari Pengganti Dumfries: Djed Spence Harganya Naik Tiga Kali Lipat, Cristian Romero Mahal

Keseriusan Inter terhadap Aleksandar juga terlihat dari besarnya dana yang dikeluarkan untuk memulangkannya.

Nerazzurri mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai 23 juta euro atau sekitar Rp460 miliar (dengan kurs Rp20.000 per euro).

Namun bila memperhitungkan 10 juta euro atau sekitar Rp200 miliar yang sebelumnya diterima Inter saat menjualnya ke Club Brugge, biaya bersih yang dikeluarkan klub menjadi sekitar 13 juta euro atau Rp260 miliar.

Investasi tersebut menunjukkan keyakinan manajemen bahwa Aleksandar merupakan salah satu aset masa depan klub.

Meski sangat antusias, Chivu menegaskan bahwa proses adaptasi Aleksandar tidak akan dilakukan secara terburu-buru.

Strategi yang sama sebelumnya diterapkan kepada Petar Sucic. Sang pelatih ingin memberikan waktu bagi pemain muda untuk beradaptasi dengan tekanan bermain di level tertinggi sebelum benar-benar menjadi pemain inti.

0 Komentar