Berupaya Tekan Pengangguran, 80 Warga Ciamis Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional

Pengangguran ciamis
Seorang Peserta Pelatihan Vokasi, Muhammad Zulfikar Athari (27) merupakan disabilitas mengikuti pelatihan konten kreator di Dinas Ketenagakerjaan - UPTD Kursus Latihan Kerja, Jalan Bojonghuni Nomor 7 Kelurahan Maleber Ciamis, Kamis (16/7/2026). (Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang pada 2025 tercatat sebesar 4,08 persen. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, penempatan kerja, dan kewirausahaan.

Sebanyak 80 warga mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional yang digelar di UPTD Kursus Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Jalan Bojonghuni Nomor 7, Kelurahan Maleber, Kamis (16/7/2026). Program tersebut mencakup lima bidang pelatihan, yakni pembuatan roti dan kue, meracik kopi, konten kreator, menjahit, dan otomotif.

Instruktur TIK UPTD Kursus Latihan Kerja Ciamis, Eyeb Haryanto, mengatakan program tersebut merupakan kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Baca Juga:Mantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten TasikmalayaSemangat TMMD ke-129, Menyulap Desa Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya

“Sebanyak 80 orang lulusan SMA/SMK sederajat yang mengikuti program pelatih vokasi nasional, masing-masing ada 16 orang dari lima program pelatihan yang ada,” katanya kepada Radar, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan durasi pelatihan berlangsung hingga 33 hari, disesuaikan dengan masing-masing program. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan dapat langsung bekerja maupun membuka usaha sendiri.

“Seperti para peserta pelatihan menjahit, karena pelatihan berbasis penempatan kerja di PT CGU Ciamis,” ujarnya.

Program tersebut juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan.

“Pelatihan ini pun menyasar difabel atau disabilitas. Seperti ada satu orang yang mengikuti pelatihan konten kreator,” ujarnya.

Selain memperoleh sertifikat pelatihan, peserta yang dinyatakan lulus juga berpeluang mengikuti uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Bagi peserta yang lulus juga bisa mendapat sertifikasi BNSP,” katanya.

Baca Juga:Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pemilihan Dewas RSUD KHZ Musthafa Tidak SahKalahkan Dua Pejabat Internal Pemkab, Kurniawan Resmi Dilantik sebagai Sekda Kabupaten Tasikmalaya

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Harapannya para peserta pelatihan setelah selesai nanti bisa mengimplementasikan ilmunya dengan terjun ke dunia kerja atau berwirausaha. Semua itu guna menekan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Salah seorang peserta, Muhammad Zulfikar Athari (27), penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan konten kreator, mengaku telah menjalani pelatihan selama dua pekan.

0 Komentar