Wacana Pemberlakuan SPP SMA-SMK di Jabar Jadi Angin Segar Buat Sekolah Swasta

spp sma smk
ilustrasi: gemini.ai
0 Komentar

Karena itu, Eni mengaku tidak terkejut dengan munculnya wacana penerapan kembali SPP bagi kelompok masyarakat yang dinilai mampu. Menurutnya, tambahan biaya pendidikan memang diperlukan agar kualitas layanan pendidikan dapat terus ditingkatkan.

“Dengan isu tersebut saya tidak terkejut karena memang sudah seharusnya ada dana tambahan untuk biaya pendidikan. Bahkan saya merasa lega karena menjadi angin segar bagi kami di sekolah swasta,” ucapnya.

Eni menegaskan sekolah swasta tetap menjalankan fungsi sosial dengan memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Di sekolah yang dipimpinnya, siswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 4 tetap bisa bersekolah secara gratis melalui berbagai skema bantuan.

Baca Juga:Doktor Dadaha!Isyarat Budi Budiman!

Ia juga menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memperbolehkan sekolah negeri menerima hingga 46 siswa dalam satu rombongan belajar. Menurutnya, kebijakan tersebut semakin mempersempit peluang sekolah swasta mendapatkan peserta didik baru.

“Dengan kebijakan sekolah negeri gratis, banyak sekolah swasta ‘alit’ yang akhirnya gulung tikar. Ditambah lagi adanya kebijakan menerima sampai 46 siswa per kelas di sekolah negeri,” ungkapnya.

Dampak kebijakan itu juga dirasakan langsung oleh SMA KHZ Musthafa. Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak 17 siswa mengambil berkas untuk pindah ke sekolah negeri setelah dibukanya pendaftaran secara offline.

“Di sekolah saya saja tahun ini ada 17 siswa yang mengambil berkas pindah ke sekolah negeri karena membuka pendaftaran offline,” katanya.

Eni berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempertimbangkan dampak setiap kebijakan pendidikan secara menyeluruh, tidak hanya bagi sekolah negeri, tetapi juga terhadap keberlangsungan sekolah swasta yang selama ini ikut berkontribusi mencerdaskan masyarakat.

“Keberadaan pemerintah bukan hanya memikirkan sekolah-sekolah negeri, tetapi juga mohon memikirkan sekolah-sekolah swasta ‘alit’ yang selama ini ikut berperan memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (R Robi Ramdani)

0 Komentar