Dario Simic Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Korupsi, Eks Bek AC Milan dan Inter Terseret Kasus Izin Perkemahan

Dario Simic
Dario Simic Foto: Tangkapan layar Instagram@milan_legend_ 
0 Komentar

Ia mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan dan sempat menjadi andalan Timnas Kroasia dalam berbagai turnamen internasional.

Kariernya di Serie A dimulai ketika Inter Milan merekrutnya dari Dinamo Zagreb pada Januari 1999 dengan nilai transfer sekitar €11 juta, atau setara Rp220 miliar (kurs €1 = Rp20.000).

Bersama Nerazzurri, Simic menghabiskan sekitar tiga setengah musim. Ia tampil dalam 66 pertandingan Serie A dan mencetak tiga gol.

Baca Juga:Prancis Ditaklukkan Spanyol 2-0, Deschamps Sindir Kualitas Wasit Piala DuniaJurnalis Italia: Oyarzabal dan Unai Simon Senjata Rahasia Spanyol Taklukkan Prancis

Meski bermain bersama sejumlah bintang seperti Ronaldo, Roberto Baggio, dan Christian Vieri, Simic gagal mempersembahkan trofi bagi Inter.

Prestasi terbaiknya hanya membawa klub menjadi runner-up Coppa Italia pada tahun 2000.

Pada musim panas 2002, Simic menyeberang ke rival sekota, AC Milan, melalui kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan Ümit Davala.

Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, karier Simic justru mencapai puncaknya. Selama enam musim memperkuat Rossoneri, ia mencatatkan 82 penampilan di Serie A dengan torehan satu gol.

Meski kemudian harus bersaing dengan para legenda seperti Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Cafu, dan Jaap Stam, Simic tetap menjadi bagian penting dalam salah satu era tersukses AC Milan.

Koleksi Gelar Bergengsi Bersama Rossoneri

Berbeda dengan masa baktinya di Inter, Simic menikmati banyak kesuksesan saat mengenakan seragam merah-hitam AC Milan.

Ia berhasil mempersembahkan enam trofi bergengsi, yaitu:

– 2 gelar Liga Champions UEFA (2002/2003 dan 2006/2007).

– 1 gelar Serie A musim 2003/2004.

– 1 Coppa Italia musim 2002/2003.

– 1 Piala Super Eropa UEFA tahun 2003.

– 1 Piala Dunia Antarklub FIFA tahun 2007.

Setelah meninggalkan Milan pada 2008, Simic melanjutkan kariernya bersama AS Monaco sebelum akhirnya pensiun dari dunia sepak bola profesional.

Baca Juga:Sabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim SeniorAS Roma Buru Alejandro Garnacho, Gasperini Pasrah Kehilangan Manu Kone

Kini, mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer panas Derby della Madonnina itu harus menghadapi tantangan berbeda di luar lapangan.

Proses hukum yang sedang berjalan akan menentukan apakah tuduhan korupsi terkait proyek perkemahan tersebut dapat dibuktikan di pengadilan atau tidak.

0 Komentar