Namun, masa depannya kemungkinan masih berada di Serie A dengan klub berbeda karena Atalanta dikabarkan bergerak cepat untuk mengamankan jasanya.
Selain itu, Milan juga memantau Konstantinos Karetsas, gelandang serang muda milik Genk yang tampil impresif musim lalu.
Pemain asal Yunani berusia 18 tahun tersebut mencatatkan 10 assist di Liga Pro Belgia, ditambah empat assist di Liga Europa, serta menyumbang dua gol.
Baca Juga:Dario Simic Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Korupsi, Eks Bek AC Milan dan Inter Terseret Kasus Izin PerkemahanPrancis Ditaklukkan Spanyol 2-0, Deschamps Sindir Kualitas Wasit Piala Dunia
Genk memasang harga tinggi, yakni sekitar €35-40 juta atau setara Rp700 miliar hingga Rp800 miliar.
Situasi semakin rumit karena Borussia Dortmund disebut telah mencapai kesepakatan personal dengan agen Karetsas. Kini, klub asal Jerman itu hanya perlu menyelesaikan negosiasi dengan Genk.
Di tengah sulitnya mendapatkan pemain muda dengan harga terjangkau, muncul nama yang lebih berpengalaman, yakni Nicolo Zaniolo.
Dalam beberapa jam terakhir, gelandang serang berusia 27 tahun tersebut dikabarkan ditawarkan kepada AC Milan.
Situasi Zaniolo berubah setelah muncul persoalan kontrak dan kondisi finansial yang melibatkan klubnya.
Hal itu membuat mantan pemain AS Roma tersebut kembali tersedia di bursa transfer.
Milan kini sedang mempertimbangkan apakah Zaniolo layak menjadi solusi cepat bagi kebutuhan Amorim atau justru memilih opsi lain yang lebih sesuai dengan proyek jangka panjang.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Oyarzabal dan Unai Simon Senjata Rahasia Spanyol Taklukkan PrancisSabatini Sarankan Paolo Maldini Contek Spanyol: Bangun Timnas Italia dari Akademi hingga Tim Senior
Nama terakhir yang masuk dalam daftar incaran adalah Pedro Gonçalves atau yang lebih dikenal sebagai Pote.
Pemain Sporting Lisbon tersebut merupakan salah satu anak emas Amorim ketika keduanya bekerja sama di Portugal.
Hubungan baik keduanya membuat peluang reuni terbuka cukup lebar.
Meski Pote memiliki klausul pelepasan senilai €60 juta atau sekitar Rp1,2 triliun, laporan dari Portugal menyebut Sporting bersedia bernegosiasi pada kisaran €25-30 juta, atau sekitar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar.
Dengan harga tersebut, peluang membawa Pote ke San Siro dinilai jauh lebih realistis dibandingkan memburu Can Uzun.
Selain telah memahami filosofi permainan Amorim, Pedro Gonçalves juga dinilai mampu langsung beradaptasi dan menjadi kreator serangan yang dibutuhkan Rossoneri.
Kini, Milan tinggal menentukan pilihan. Apakah akan berinvestasi besar untuk talenta muda seperti Can Uzun dan Karetsas, memanfaatkan kesempatan merekrut Zaniolo dengan biaya lebih rendah, atau memulangkan anak kesayangan Amorim, Pedro Gonçalves, yang sudah terbukti sukses di bawah arahannya.
