RADARTASIK.ID – Harapan Anan Khalaili untuk bergabung dengan Inter Milan pada bursa transfer musim panas harus pupus.
Pemain muda berdarah Arab-Israel itu dipastikan gagal menjadi bagian dari Nerazzurri setelah tidak lolos tes medis yang diwajibkan sesuai regulasi sepak bola Italia.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, pada hari pertama persiapan pramusim tim.
Baca Juga:Inggris Vs Argentina Duel Dua Tim Penuh Kontroversi: Superkomputer Jagokan The Three LionsComo Punya Senjata Baru, Fabregas Ingin Duetkan Liberali Bersama Nico Paz
Menurut Marotta, keputusan membatalkan transfer Khalaili bukan didasari pertimbangan teknis, melainkan karena aturan pemeriksaan kesehatan atlet profesional di Italia yang sangat ketat.
“Di Italia ada aturan yang sangat ketat,” ujar Marotta saat menjelaskan alasan Inter tidak dapat merampungkan proses transfer tersebut.
Dengan batalnya kepindahan itu, Khalaili dipastikan kembali ke klubnya, Union Saint-Gilloise.
Menariknya, pemain berusia muda tersebut menyikapi kegagalan transfer dengan penuh ketenangan.
Melalui pesannya, ia mengutip makna ayat Al-Qur’an yang mengajarkan bahwa tidak semua yang diinginkan manusia merupakan yang terbaik.
“Boleh jadi apa yang kamu inginkan bukanlah yang terbaik bagimu,” tulisnya di media sosial dilansir dari media Italia Tuttomercatoweb.
Khalaili merujuk pada makna Surah Al-Baqarah ayat 216, yang berbunyi, “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
Baca Juga:Amorim Minta AC Milan Datangkan Ederson: Atalanta Pasang Tarif Rp1 TriliunDua Pemain yang Diminta Amorim Angkat Kaki dari AC Milan: Bennacer dan Bondo Tak Ikut Latihan Pramusim
Pesan itu menjadi bentuk kepasrahan sekaligus keyakinannya bahwa kegagalan tersebut mungkin merupakan bagian dari rencana terbaik.
Kegagalan merekrut Khalaili membuat Inter kembali berburu bek sayap kanan baru sebagai calon pengganti Denzel Dumfries.
Sebelumnya, Nerazzurri juga kehilangan target lain, Marco Palestra, yang akhirnya memilih bergabung dengan Chelsea.
Transfer Palestra bahkan memunculkan polemik. Marotta mengaku kecewa karena merasa sang pemain tidak memenuhi komitmen yang sebelumnya telah dibangun dengan Inter.
“Dia tidak memenuhi komitmen yang telah dibuat bersama kami,” kata Marotta.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah agen Palestra, Alessandro Lucci. Ia menegaskan bahwa Inter dan Atalanta telah bernegosiasi selama sekitar 45 hari tanpa mencapai kesepakatan sebelum Chelsea datang dengan tawaran yang lebih menarik.
Akibat kekecewaan itu, Inter bahkan memutuskan membatalkan keikutsertaan mereka dalam Trofeo Bortolotti yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus.
