RADARTASIK.ID – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu duel paling bergengsi dalam sejarah sepak bola.
Inggris akan menantang juara bertahan Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Inggris dan Argentina merupakan dua negara yang memiliki rivalitas panjang, sarat gengsi, sejarah, dan berbagai kontroversi di ajang Piala Dunia.
Baca Juga:Dua Pemain yang Diminta Amorim Angkat Kaki dari AC Milan: Bennacer dan Bondo Tak Ikut Latihan PramusimMassara Pimpin Revolusi Juventus: Misi Pertama Datangkan Goretzka dan Kessie
Menariknya, jelang pertandingan besar tersebut, superkomputer Opta memberikan keunggulan yang sangat tipis kepada The Three Lions untuk melangkah ke partai puncak.
Berdasarkan simulasi Opta, Inggris memiliki peluang 50,94 persen untuk lolos ke final, sedangkan Argentina berada di angka 49,06 persen.
Selisih yang sangat tipis ini menunjukkan betapa seimbangnya kekuatan kedua tim.
Babak perempat final berlangsung sesuai prediksi dengan lolosnya empat tim unggulan, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.
Namun, seluruh tim harus bekerja keras untuk mengamankan tempat di empat besar.
Prancis menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0. Kylian Mbappe menjadi bintang kemenangan setelah mencetak gol pada babak kedua, meski sebelumnya gagal mengeksekusi penalti.
Ousmane Dembele kemudian memastikan kemenangan Les Bleus lewat gol penutup.
Di pertandingan lain, Spanyol harus berjuang keras mengalahkan Belgia.
Seperti saat menyingkirkan Portugal di babak sebelumnya, Mikel Merino kembali tampil sebagai pahlawan kemenangan La Roja lewat gol penentu di laga yang berlangsung ketat.
Inggris Lolos di Tengah Protes Norwegia
Drama terbesar justru terjadi saat Inggris menghadapi Norwegia.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AC Milan Tak Perlu Ngotot Pertahankan RabiotPaolo Maldini Akan Berjuang Sampai Akhir Yakinkan Guardiola Latih Timnas Italia
Tim asuhan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup sebelum Jude Bellingham mencetak dua gol yang membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 2-1.
Namun kemenangan Inggris tidak lepas dari kontroversi.
Federasi Sepak Bola Norwegia memprotes proses gol penyeimbang Inggris karena mereka menilai bola sempat mengenai kabel Spider Cam sebelum terciptanya serangan.
Menurut kubu Norwegia, sesuai regulasi pertandingan seharusnya wasit menghentikan permainan apabila bola menyentuh perangkat tersebut.
Meski demikian, FIFA langsung memberikan klarifikasi setelah pertandingan usai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, bola dinyatakan tidak menyentuh kabel Spider Cam sehingga keputusan wasit dianggap sudah tepat.
