Inggris Vs Argentina Duel Dua Tim Penuh Kontroversi: Superkomputer Jagokan The Three Lions

Inggris
Ilustrasi pemain Inggris  Foto: Tangkapan layar Instagram@england 
0 Komentar

Meski demikian, perdebatan tetap berlangsung dan menjadi salah satu topik hangat menjelang semifinal.

Argentina Juga Lolos dengan Kontroversi

Kontroversi juga mewarnai kemenangan Argentina atas Swiss. Albiceleste menang 3-1, tetapi pertandingan diwarnai kartu merah yang diterima Breel Embolo.

Keputusan wasit mengusir penyerang Swiss tersebut memicu kemarahan para pemain dan staf pelatih Swiss yang menilai hukuman itu terlalu berat.

Baca Juga:Dua Pemain yang Diminta Amorim Angkat Kaki dari AC Milan: Bennacer dan Bondo Tak Ikut Latihan PramusimMassara Pimpin Revolusi Juventus: Misi Pertama Datangkan Goretzka dan Kessie

Bermain dengan sepuluh orang membuat Swiss kesulitan mengimbangi permainan Argentina hingga akhirnya harus mengakhiri perjalanan mereka di perempat final.

Meski begitu, Argentina tetap menunjukkan mental juara dengan kembali lolos ke semifinal.

Selain faktor kualitas pemain, kondisi fisik menjadi salah satu aspek yang dapat menentukan hasil pertandingan.

Argentina datang ke semifinal dengan beban stamina yang lebih berat.

Tim asuhan Lionel Scaloni harus menjalani tiga pertandingan fase gugur yang semuanya berlanjut hingga babak perpanjangan waktu, yakni melawan Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss.

Sebaliknya, Inggris memang juga baru melewati laga 120 menit saat menghadapi Norwegia, tetapi kedalaman skuad asuhan Thomas Tuchel dinilai membuat kondisi fisik mereka sedikit lebih baik.

Tuchel hanya memantau perkembangan Declan Rice yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Selebihnya, skuad Inggris berada dalam kondisi siap tempur.

Harapan terbesar The Three Lions kembali bertumpu kepada Jude Bellingham yang tampil luar biasa dengan mencetak dua gol kemenangan di perempat final.

Baca Juga:Jurnalis Italia: AC Milan Tak Perlu Ngotot Pertahankan RabiotPaolo Maldini Akan Berjuang Sampai Akhir Yakinkan Guardiola Latih Timnas Italia

Di lini depan, Harry Kane tetap menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan Argentina.

Sementara itu, Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun masih menjadi pusat permainan Albiceleste.

Kapten Argentina tersebut telah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen dan menjadi pencetak gol terbanyak timnya.

Meski lini serang Argentina tetap berbahaya, sektor pertahanan mereka mulai menunjukkan sejumlah kelemahan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Hal itu bisa dimanfaatkan oleh para penyerang cepat Inggris.

Duel Inggris dan Argentina memiliki salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah sepak bola dunia.

Secara keseluruhan, Inggris unggul tipis dengan meraih enam kemenangan dari 14 pertemuan resmi.

Argentina mencatat dua hingga tiga kemenangan, tergantung klasifikasi pertandingan yang digunakan, sementara sisanya berakhir imbang.

0 Komentar