Gagal Tes Medis di Inter Milan, Khalaili Kutip Surah Al-Baqarah 216

Anan Khalaili
Anan Khalaili  Foto: Tangkapan layar Instagram@anankhalaily 
0 Komentar

Di tengah situasi tersebut, pelatih anyar Cristian Chivu mulai menyiapkan solusi alternatif. Salah satu ide yang tengah dipertimbangkan adalah mengubah Andy Diouf menjadi wing-back kanan.

“Saya punya ide gila untuk menjadikannya pemain di posisi wing-back,” ujar Chivu.

Pelatih asal Rumania itu juga menegaskan bahwa target Inter musim ini tetap tinggi. Ia ingin timnya memulai kompetisi dengan penuh semangat dan tampil lebih baik dibanding musim lalu.

Baca Juga:Inggris Vs Argentina Duel Dua Tim Penuh Kontroversi: Superkomputer Jagokan The Three LionsComo Punya Senjata Baru, Fabregas Ingin Duetkan Liberali Bersama Nico Paz

“Kami ingin memulai musim dengan sebaik mungkin. Saya ingin menularkan antusiasme dan motivasi karena itulah fondasi utama bagi tim yang memiliki ambisi meraih hasil lebih baik daripada musim lalu,” tegasnya.

Sementara itu, dokter Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sekaligus ahli jantung olahraga, Paolo Zeppilli, menjelaskan bahwa regulasi pemeriksaan medis di Italia merupakan salah satu yang paling ketat di dunia.

Menurut Zeppilli, sejak 1982 seluruh atlet profesional wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan bertanding.

Aturan tersebut kemudian diperketat pada 1995 dengan penambahan tes beban maksimal dan pemeriksaan ekokardiografi untuk mendeteksi gangguan jantung secara menyeluruh.

“Sistem kami mungkin memiliki kekurangan, tetapi keselamatan atlet adalah prioritas utama,” ujar Zeppilli.

Ia menambahkan bahwa di beberapa negara keputusan akhir terkadang diserahkan kepada pemain.

Namun di Italia, dokter memiliki tanggung jawab untuk menghentikan atlet yang dinilai memiliki risiko tinggi.

Baca Juga:Amorim Minta AC Milan Datangkan Ederson: Atalanta Pasang Tarif Rp1 TriliunDua Pemain yang Diminta Amorim Angkat Kaki dari AC Milan: Bennacer dan Bondo Tak Ikut Latihan Pramusim

“Jika saya memiliki atlet yang berisiko meninggal di lapangan, maka saya akan menghentikannya bermain,” ucapnya.

Penjelasan tersebut menjadi alasan mengapa Inter Milan tidak dapat melanjutkan transfer Anan Khalaili.

Meski sang pemain masih berpeluang melanjutkan karier di negara lain, klub Italia wajib mematuhi regulasi medis yang mengutamakan keselamatan pemain di atas kepentingan olahraga maupun bisnis.

0 Komentar