Pesta Rakyat di Mako Brimob Cineam Banjir Antusiasme, Budaya Jadi Bahasa Pengabdian

pesta rakyat Brimob Cineam Tasikmalaya
Kemeriahan Pesta Rakyat Mako Brimob Cineam Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026) malam. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ia mengaku kebersamaan masyarakat menjadi energi bagi seluruh personel untuk terus menjalankan tugas pengabdian.

Namun di balik kemeriahan pesta rakyat, terselip sebuah harapan. Kompol Ajang secara terbuka mengungkapkan bahwa hingga kini fasilitas mako masih jauh dari kata ideal.

Tanpa mengurangi semangat pengabdian, ia berharap para kepala daerah dan pemangku kebijakan yang hadir dapat melihat langsung kondisi tersebut.

Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Beruntun Fortuner di Kawalu Tasikmalaya Terungkap, Polisi Dalami PenyebabFortuner Seruduk 5 Motor di Kawalu Tasikmalaya, Dugaan Hilang Kendali Masih Diselidiki Polisi

“Mudah-mudahan para bupati, kepala dinas, dan seluruh hadirin bisa melihat secara langsung kondisi mako kami, sehingga tergerak membantu menyelesaikan fasilitas yang memang masih harus dibenahi,” katanya.

Kalimat itu seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian tak selalu lahir dari gedung yang megah.

Di tengah keterbatasan pun, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Namun tentu akan lebih kuat apabila ditopang fasilitas yang memadai.

Sebab, pengabdian memang tak pernah mengenal kata selesai, tetapi sarana yang layak tetap menjadi kebutuhan, bukan sekadar pelengkap.

Sejak pagi, denyut pesta rakyat sebenarnya sudah terasa. Puluhan pelaku UMKM memadati area bazar dengan aneka kuliner dan produk fesyen lokal. Pengunjung menikmati suasana sambil berburu makanan khas maupun hasil karya masyarakat setempat.

Malam semakin meriah ketika panitia membagikan doorprize. Mulai dari kulkas, mesin cuci, rice cooker hingga ratusan hadiah hiburan berhasil dibawa pulang warga yang beruntung. Riuh tepuk tangan dan sorak gembira berkali-kali memecah suasana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Asisten Daerah II, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:Parkir Pihak Ketiga di Kota Tasikmalaya Bisa Picu Polemik Sosial, Warga Lokal Jangan Jadi PenontonTPS Dadaha Jadi Sorotan, Wali Kota Tasikmalaya Dorong Relokasi agar Bau Tak Lagi Jadi 'Teman' Warga

Lebih dari sekadar perayaan, pesta rakyat di Mako Brimob Cineam menjadi bukti bahwa budaya masih mampu menjadi bahasa yang paling mudah dipahami semua kalangan.

Ketika wayang dimainkan, sekat antara seragam dan masyarakat perlahan memudar.

Yang tersisa adalah kebersamaan, silaturahmi, serta harapan agar kepercayaan antara rakyat dan aparat terus terawat, sebagaimana filosofi wayang yang selalu mengajarkan bahwa kekuatan terbesar bukan hanya ada pada senjata, melainkan pada hati yang tetap berpihak kepada masyarakat. (rezza rizaldi)

0 Komentar