Pelatihan dirancang dengan metode partisipatif, terdiri atas 30 persen penyampaian materi dan 70 persen praktik langsung.
Para peserta diajak mulai dari pembuatan akun Doratoon, penyusunan skenario pembelajaran, hingga praktik membuat video animasi edukatif.
Tak berhenti pada pelatihan, tim Unsil juga memberikan pendampingan lanjutan melalui konsultasi daring maupun kunjungan langsung ke sekolah agar kompetensi guru terus berkembang.
Baca Juga:Wajib Halal 2026 Menghitung Mundur, UMKM Kota Tasikmalaya Didorong BerlariParkir Digarap Pihak Ketiga, DPRD Kota Tasikmalaya Wanti-Wanti Jangan Bikin Rugi Daerah
Hasilnya, seluruh guru TK Perwari 1 berhasil menghasilkan sedikitnya satu video animasi edukatif beresolusi Full HD (1080p) yang disesuaikan dengan tema pembelajaran harian.
Seluruh karya kemudian dihimpun dalam sebuah content library sebagai bank media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan bersama.
Selain menyerahkan hasil karya, tim pengabdian juga memberikan modul praktis penggunaan Doratoon sebagai panduan agar guru dapat mengembangkan keterampilannya secara mandiri.
Kepala TK Perwari 1 Dedeh Suwahidah SPd AUD menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan AI membuka perspektif baru dalam proses belajar mengajar di kelas.
“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Ke depan, video animasi hasil pelatihan akan diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari dan terus dikembangkan melalui kolaborasi antar guru,” katanya.
Melalui program ini, Unsil berharap literasi digital guru PAUD semakin meningkat, pembelajaran menjadi lebih inovatif, serta kemitraan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan terus terjalin untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Tasikmalaya. (ujang nandar)
