Beracun! Dampak Tumpahan Batu Bara, Air Laut di Pangandaran Mengandung Logam Berbahaya

air laut pangandaran beracun, dampak tumpahan batu bara
Stakeholder lintas sektoral di Pangandaran membahas tindak lanjut masalah batu bara di perairan Batu Hiu dan sekitarnya, Kamis (9/7/2026). (istimewa)
0 Komentar

Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata menilai Pemkab Pangandaran harus lebih serius dalam menangani persoalan tersebut. “Pemda harus serius melakukan langkah-langkah. Ini kan sudah hampir satu bulan. Saya sudah ke DPRD dan sebagainya. Jadi, ini agak abai,” ungkapnya Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu proses berjalan, tapi harus aktif melibatkan seluruh pihak yang memiliki kompetensi, termasuk organisasi nelayan yang merasakan langsung dampak insiden tersebut.

“Misalkan, kita HNSI diajak ngobrol. Libatkan semua pihak agar penanganannya lebih efektif,” katanya.

Baca Juga:Kepemimpinan Baru MA PSM Pangandaran Sudah Ditetapkan, Siap Bersinergi dan Semakin MajuSetoran Ilegal Parkir Lebih Besar dari yang Resmi! Rekanan Keluhkan Soal Oknum

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin menegaskan, sejak awal pihaknya sudah mengingatkan agar penanganan dilakukan secepat mungkin, termasuk pemantauan kondisi lingkungan secara berkala.

“Jadi, kita sudah minta tolong lakukan segera. Termasuk uji laboratorium berkala juga harus dilakukan,” ucapnya.

Asep menilai dampak pencemaran terhadap ekosistem laut tidak bisa dianggap sepele karena proses pemulihannya membutuhkan waktu yang panjang jika tidak segera ditangani.

“Intinya sekarang batu bara yang berada di dalam laut harus secepatnya dievakuasi. Minimalisir dulu perluasan pencemaran. Caranya, segera angkut batu bara dari dalam laut,” ujarnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar