Diky Candra Berharap Sejarah Perempuan-perempuan Hebat Asal Tasikmalaya Dikenal Generasi Muda

Pasundan Istri Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Pasundan Istri Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2026–2031 di Bale Binangkit Hotel Mandalawangi, Selasa (7/7/2026). diskominfo for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Organisasi perempuan Pasundan Istri Kota Tasikmalaya menegaskan kiprahnya tetap berjalan secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

Semangat pengabdian yang telah bertahan lebih dari 90 tahun itu dinilai menjadi teladan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus menunggu dukungan anggaran.

Hal itu mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Daerah Pasundan Istri Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2026–2031 di Bale Binangkit Hotel Mandalawangi, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:Kesadaran Bela Negara Diperkuat, Keluarga Besar TNI di Tasikmalaya Jadi Benteng PersatuanRKPD 2027 Kota Tasikmalaya Dibuat Realistis, Viman Targetkan Nol Defisit

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra mengatakan, selama ini Pasundan Istri dikenal sebagai organisasi yang mampu menjalankan roda organisasinya secara mandiri.

Menurutnya, organisasi tersebut tidak pernah menjadikan bantuan pemerintah sebagai syarat untuk terus bergerak.

“Kalaupun ada bantuan dari pemerintah tentu mereka siap menerima. Tetapi kalau tidak ada pun mereka tetap berjalan. Itu yang paling utama. Mereka ingin menjadi contoh bahwa berbuat untuk masyarakat tidak harus selalu meminta kepada pemerintah,” ujar Diky.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah selama ini Pasundan Istri pernah menerima bantuan keuangan dari pemerintah daerah.

Namun, yang ia lihat, organisasi tersebut tetap eksis dan konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial maupun pelestarian budaya.

Menurut Diky, urusan dukungan anggaran berada pada kewenangan kepala daerah sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Ia menyebut aspirasi tersebut nantinya dapat diperjuangkan melalui jalur yang sesuai.

Baca Juga:PAD Retribusi Pemkot Tasikmalaya hingga Akhir Semester Pertama Baru 23 Persen, Janji OPD Belum BertuahBanyak Botol Miras Dibuang di Sawah Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya, Bikin Petani Geram

Di sisi lain, Diky mengingatkan pentingnya mengangkat kembali sejarah perempuan-perempuan hebat asal Tasikmalaya yang belum banyak dikenal generasi muda.

Salah satunya adalah Raden Ayu Rasmini Rat, tokoh perempuan intelektual yang lahir sekitar tiga dekade sebelum R.A. Kartini.

Ia menyebut Raden Ayu Rasmini Rat pernah menulis buku Carita Erman Warnasari jilid 1 dan 2 yang pada masanya mampu terjual hingga sekitar 6.000–7.000 eksemplar.

Menurutnya, kiprah tersebut menjadi bukti bahwa Kota Tasikmalaya memiliki sosok perempuan pelopor literasi yang layak mendapat perhatian lebih luas.

“Seharusnya beliau juga tercatat sebagai pahlawan nasional, khususnya pahlawan perempuan intelektual. Kota Tasikmalaya memiliki sejarah yang luar biasa dan jangan sampai terlupakan,” katanya.

Diky menambahkan, pelestarian budaya Sunda menjadi pekerjaan rumah bersama.

0 Komentar