Ia menilai peran seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak sangat strategis untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya, bahasa, dan warisan intelektual daerah kepada generasi penerus.
“Masih banyak produk-produk budaya yang mulai terlupakan oleh anak-anak muda. Di sinilah peran para ibu sangat penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini,” ujarnya.
Pelantikan pengurus baru Pasundan Istri diharapkan menjadi momentum memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, sekaligus menjaga identitas budaya Sunda di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Kesadaran Bela Negara Diperkuat, Keluarga Besar TNI di Tasikmalaya Jadi Benteng PersatuanRKPD 2027 Kota Tasikmalaya Dibuat Realistis, Viman Targetkan Nol Defisit
Di tengah tantangan zaman, semangat gotong royong yang terus menyala menjadi pengingat bahwa pengabdian terbesar lahir dari kemauan untuk berkarya, bukan sekadar menunggu uluran anggaran. (rezza rizaldi)
