Di sisi lain, berbagai inovasi pelayanan publik dan tata kelola perkotaan dari daerah lain menjadi bahan pembelajaran yang dapat diadaptasi di Kota Tasikmalaya.
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
Di antaranya penguatan kapasitas fiskal daerah, penataan kebijakan ASN dan PPPK, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital pemerintahan, penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, kepastian hukum, hingga pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota.
Baca Juga:Bank Sampah Jadi Andalan, DLH Kota Tasikmalaya Perkuat SDM PengelolaSquad Hijrah Parkir Mannaku Tasikmalaya Ajak Anak Yatim Belanja Perlengkapan Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru
Rekomendasi tersebut dinilai selaras dengan arah pembangunan Kota Tasikmalaya yang tengah mendorong peningkatan pelayanan publik berbasis digital, pemberdayaan UMKM, penguatan infrastruktur perkotaan, ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi menegaskan, Rakernas APEKSI bukan sekadar ajang berkumpulnya para kepala daerah, melainkan wadah bertukar pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan perkotaan.
“Rakernas APEKSI bukan sekadar forum silaturahmi antarwali kota, tetapi ruang belajar bersama untuk mencari solusi atas berbagai tantangan perkotaan. Banyak praktik baik yang kami pelajari, mulai dari transformasi layanan publik, penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan,” ujar Viman.
“Seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” sambungnya.
Ia menambahkan, seluruh rekomendasi dan praktik baik yang diperoleh selama Rakernas akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi bagi perangkat daerah dalam menyusun program yang lebih adaptif.
“Kami ingin setiap forum yang kami ikuti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai gagasan dan praktik baik yang diperoleh selama Rakernas akan kami tindak lanjuti melalui kolaborasi lintas perangkat daerah,” katanya.
“Semangat yang kami bawa pulang adalah menghadirkan pemerintahan yang semakin responsif, pelayanan yang semakin berkualitas, pembangunan yang semakin inklusif, serta kota yang semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya.
Baca Juga:Patroli Dini Hari Tekan Balap Liar dan Pesta Miras di Kota TasikmalayaRetribusi Seret, Pajak Aman! DPRD Kota Tasikmalaya Sindir Pemkot Harus Pakai Jurus The Power of Kepepet
Keikutsertaan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program sendiri.
Kolaborasi, inovasi, dan kemauan belajar dari daerah lain menjadi modal penting agar pembangunan tidak berhenti di ruang rapat, tetapi benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat.
