TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada jam-jam rawan masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Untuk menekan potensi kriminalitas sejak dini, Polres Tasikmalaya Kota kembali mengintensifkan patroli dini hari melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (5/7/2026).
Patroli yang melibatkan Tim Maung Galunggung, Pamapta III, dan personel gabungan itu menyisir sejumlah ruas jalan protokol, pusat keramaian hingga kawasan permukiman yang dinilai rawan terjadi gangguan kamtibmas.
Baca Juga:Retribusi Seret, Pajak Aman! DPRD Kota Tasikmalaya Sindir Pemkot Harus Pakai Jurus The Power of KepepetOceano Padel Club Resmi Hadir, Lengkapi Tren Padel di Tasikmalaya
Langkah tersebut menjadi upaya preventif agar Kota Tasikmalaya tetap kondusif saat sebagian besar masyarakat beristirahat.
Sasaran patroli meliputi kejahatan jalanan, aksi balap liar, tawuran, penyalahgunaan minuman keras, hingga berbagai aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memutus potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta III Ipda Iyan Budi mengatakan, patroli dini hari merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan negara di tengah masyarakat.
“Patroli dini hari merupakan bagian dari komitmen Polres Tasikmalaya Kota untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Ipda Iyan Budi.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat, khususnya kelompok remaja dan pengguna jalan.
Mereka diajak menjaga ketertiban lingkungan, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Baca Juga:Diare Tembus 10.523 Kasus, Debit Air Turun Jadi Alarm PHBS di Kota TasikmalayaLongser Tasikmalaya Melawan Zaman, Panggung Jadi Benteng Tradisi
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang, merasa aman, dan merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung serta pengayom,” terangnya.
Menurut dia, patroli tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan menjadi efek pencegah bagi pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman warga.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah remaja yang sedang berkumpul dan diduga mengonsumsi minuman keras di salah satu lokasi.
Mereka kemudian diamankan ke Pos Polisi Taman Kota sebelum dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota untuk didata dan mendapatkan pembinaan.
Langkah tersebut dipilih sebagai upaya preventif agar perilaku berisiko tidak berkembang menjadi tindak pidana.
