RADARTASIK.ID – Piala Dunia 2026 tidak hanya memakan korban di lapangan, tetapi juga di kursi kepelatihan.
Sejumlah pelatih tim nasional memutuskan mengakhiri masa jabatannya setelah gagal memenuhi target di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Dua nama besar yang terbaru adalah Marcelo Bielsa dan Ronald Koeman. Keduanya resmi mengundurkan diri hanya beberapa saat setelah tim yang mereka tangani tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Baca Juga:Resmi! Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC Milan, Tembus Rp1,48 TriliunBastoni Terjerat Dugaan Prostitusi Anak, Daniel Maldini Dipanggil Jadi Saksi
Keputusan tersebut menambah panjang daftar pelatih yang harus membayar mahal kegagalan di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Marcelo Bielsa Tinggalkan Uruguay
Marcelo Bielsa memastikan dirinya tidak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Uruguay setelah La Celeste gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026.
Pelatih asal Argentina yang dikenal dengan julukan El Loco itu mengumumkan pengunduran dirinya dalam konferensi pers pada Selasa, sehari setelah Uruguay dipastikan tersingkir.
Sejak sebelum kegagalan tersebut, Bielsa sebenarnya sudah berada di bawah tekanan besar akibat performa Uruguay yang jauh dari harapan.
Karena itu, pria berusia 70 tahun tersebut memilih mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diraih timnya.
“Saya bertanggung jawab penuh. Saya tidak bisa membenarkan hasil yang kami raih di turnamen ini,” ujar Bielsa seperti dikutip RMC Sport.
Meski demikian, mantan pelatih Marseille itu tetap membela keputusan-keputusan yang diambil selama turnamen berlangsung.
Baca Juga:AC Milan Terlalu Bergantung pada Jorge Mendes, Jurnalis Italia Ingatkan Nasib Buruk WolverhamptonRayuan Amorim Tak Manjur, Liberali Ragu Kembali ke AC Milan
Menurut Bielsa, dirinya telah memaksimalkan kualitas pemain yang dimiliki, tetapi kemampuan tim memang belum cukup untuk bersaing lebih jauh.
“Kami sudah memberikan yang terbaik. Namun, itu ternyata belum cukup. Saya bahkan yakin, sekalipun kami mengambil keputusan yang berbeda, hasil akhirnya tidak akan banyak berubah,” katanya.
Ia mengakui keputusan meninggalkan kursi pelatih Uruguay merupakan salah satu momen paling menyakitkan dalam karier kepelatihannya.
Dalam kesempatan yang sama, Bielsa juga membantah berbagai rumor yang menyebut dirinya kehilangan dukungan para pemain selama Piala Dunia.
Ia menegaskan tidak pernah ada pertemuan khusus antara pemain dan staf pelatih untuk meminta perubahan strategi maupun sistem permainan.
