Sandro Sabatini: Messi Menang dari Ronaldo, tetapi Tak Pernah Bisa Mengalahkan Maradona

Lionel Messi
Lionel Messi  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

Di sisi lain, Sabatini tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Messi.

Ia menyebut pemain berjuluk La Pulga sebagai seorang jenius dengan teknik yang nyaris sempurna dan seni bermain yang luar biasa indah.

Namun, menurutnya, sebagian besar kesuksesan Messi diraih dalam tim yang telah dibangun secara ideal untuk mendukung kualitasnya.

Mulai dari Barcelona era Pep Guardiola dan Luis Enrique hingga Timnas Argentina racikan Lionel Scaloni.

Baca Juga:Diramal Ibrahimovic Bakal Jadi Bintang Piala Dunia, Klub Serie A Antre Tanda Tangan AlajbegovicLuka Modric Bantah Akan Kembali ke Real Madrid: Mourinho Belum Mengontak Saya

“Messi adalah seorang jenius mutlak. Tetapi melihat tim biasa menjadi tak terkalahkan hanya karena ada Maradona adalah pengalaman yang tak bisa dijelaskan dengan angka,” lanjutnya.

Sabatini juga membandingkan kehidupan keduanya di luar lapangan. Ia menggambarkan Maradona sebagai sosok yang sangat dekat dengan masyarakat Napoli maupun Buenos Aires.

Menurutnya, Maradona adalah figur sosial yang hidup bersama rakyat, bukan sekadar bintang media sosial.

Kedekatan itu, kata Sabatini, sekaligus menjadi kelemahan karena Maradona terlalu memanjakan dirinya hingga akhirnya terjerumus dalam berbagai kebiasaan buruk yang merusak kehidupannya.

Selain itu, Sabatini mengingatkan bahwa Maradona bermain pada era ketika perlindungan terhadap pemain jauh lebih minim.

Tidak ada teknologi VAR maupun aturan yang melindungi pemain kreatif dari tekel-tekel keras lawan.

“Maradona dihajar berkali-kali di lapangan, tetapi tetap mampu menjadi pemenang,” bebernya.

Baca Juga:Matias Soule Memilih Pulang ke Juventus Jika Dijual AS Roma: Tak Tergiur Gaji Rp240 Miliar per Musim Pelatih Argentina Mengaku Tak Berani Ajari Messi Cara Bermain Bola: "Apa yang Harus Saya Katakan?" 

Empat puluh tahun setelah Piala Dunia 1986 di Meksiko, nama Maradona masih dipuja layaknya dewa sepak bola.

Sabatini mengutip tulisan Jorge Valdano di harian El País yang menyebut gol terbaik Maradona ke gawang Inggris bukanlah “Gol Tangan Tuhan”, melainkan gol keduanya.

Gol itu tercipta setelah Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, melewati hampir setengah tim lawan sebelum menceploskan bola ke gawang Peter Shilton.

Hingga kini, aksi tersebut masih dianggap banyak kalangan sebagai gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.

Karena itu, Sabatini menutup opininya dengan sebuah kesimpulan yang tegas.

Menurutnya, bagi orang-orang yang cukup beruntung menyaksikan langsung Maradona dan Messi bermain, hampir tidak ada yang berani menempatkan Messi di atas legenda Napoli tersebut.

“Perbandingan sejarah tidak dibuat dengan data digital, tetapi dengan ingatan mata yang pernah menyaksikannya. Mereka yang melihat keduanya tahu jawabannya. Ketika ada Diego, saat itulah ada Maradona,” pungkas Sabatini.

0 Komentar