Sandro Sabatini: Messi Menang dari Ronaldo, tetapi Tak Pernah Bisa Mengalahkan Maradona

Lionel Messi
Lionel Messi  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Perdebatan mengenai siapa pesepak bola terbaik sepanjang masa tampaknya belum akan pernah berakhir.

Namun, bagi jurnalis senior Italia Sandro Sabatini, satu hal sudah tidak lagi menjadi bahan perdebatan: Lionel Messi telah memenangkan persaingan melawan Cristiano Ronaldo.

Dalam kolom opininya di Calciomercatoweb, Sabatini menegaskan bahwa duel Messi versus Cristiano kini sudah selesai.

Baca Juga:Diramal Ibrahimovic Bakal Jadi Bintang Piala Dunia, Klub Serie A Antre Tanda Tangan AlajbegovicLuka Modric Bantah Akan Kembali ke Real Madrid: Mourinho Belum Mengontak Saya

Menurutnya, performa, prestasi, dan konsistensi Messi membuat perbandingan dengan bintang Portugal tersebut tak lagi relevan.

“Setiap empat tahun, setiap kali Piala Dunia digelar, pertanyaan yang selalu muncul adalah siapa yang lebih hebat, Messi atau Cristiano Ronaldo. Kini pertanyaan itu telah dijawab oleh lapangan. Messi menang telak dan tidak ada lagi yang benar-benar ingin memperdebatkannya,” tulis Sabatini.

Meski demikian, Sabatini menilai ada satu perbandingan yang jauh lebih sulit dijawab, yakni antara Messi dan Diego Maradona.

Baginya, duel dua legenda Argentina itu tidak bisa diukur hanya melalui statistik, jumlah gol, ataupun koleksi trofi.

Menurut Sabatini, hanya mereka yang pernah menyaksikan Maradona bermain secara langsung yang benar-benar mampu memahami betapa luar biasanya sosok berjuluk El Pibe de Oro tersebut.

Ia bahkan menyebut seseorang idealnya lahir sebelum tahun 1980 agar cukup dewasa ketika Maradona mulai mendominasi sepak bola dunia pada pertengahan dekade 1980-an.

“Maradona harus dilihat dengan mata kepala sendiri, bukan melalui cuplikan YouTube atau angka-angka statistik. Pengalaman menyaksikannya bermain adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh data,” ungkapnya.

Baca Juga:Matias Soule Memilih Pulang ke Juventus Jika Dijual AS Roma: Tak Tergiur Gaji Rp240 Miliar per Musim Pelatih Argentina Mengaku Tak Berani Ajari Messi Cara Bermain Bola: "Apa yang Harus Saya Katakan?" 

Sabatini kemudian menjelaskan alasan utama mengapa Maradona masih berada di posisi teratas dalam pandangannya.

Menurutnya, legenda Argentina itu mampu mengubah tim biasa menjadi juara hanya dengan kehadirannya.

Napoli, yang sebelumnya tidak pernah meraih gelar Liga Italia, sukses menjadi kampiun berkat kepemimpinan Maradona di lapangan.

Begitu pula Timnas Argentina pada Piala Dunia 1986 yang dinilainya bukan skuad bertabur bintang, tetapi mampu mengangkat trofi karena digendong oleh kejeniusan sang kapten.

“Maradona memenangkan pertandingan hampir sendirian. Ia tidak membutuhkan sistem yang sempurna. Justru dialah yang menciptakan sistem itu,” tulis Sabatini.

0 Komentar