Ancelotti Kembali Menang di Menit Akhir
Laga melawan Jepang kembali memperlihatkan salah satu ciri khas Carlo Ancelotti sebagai pelatih, yakni kemampuannya mengambil keputusan tepat di tengah tekanan.
Di usia 67 tahun, mantan pelatih AC Milan, Chelsea, Bayern Munchen, Paris Saint-Germain, dan Real Madrid itu kembali membuktikan reputasinya sebagai ahli laga hidup-mati.
Keputusannya mencadangkan Neymar sejak awal pertandingan sempat menuai kritik dari publik Brasil.
Baca Juga:Thomas Helveg: Singa Tuli yang Dijemput Paolo Maldini Saat Pertama Gabung AC MilanResmi Gantikan Guardiola di Manchester City, Enzo Maresca Minta Maaf Pernah Tinggalkan Chelsea
Banyak yang berharap bintang Santos tersebut langsung dimainkan, bahkan ada yang meminta Casemiro dicadangkan demi memberi ruang bagi Neymar.
Namun Ancelotti tetap teguh pada keputusannya.
Ia lebih memilih memasukkan Martinelli dari bangku cadangan. Keputusan itu terbukti sangat tepat karena sang winger justru menjadi pencetak gol kemenangan.
Usai pertandingan, Ancelotti mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah menyiapkan Neymar untuk dimainkan sekitar menit ke-60 apabila Brasil belum berhasil menyamakan kedudukan.
Namun setelah Casemiro mencetak gol penyeimbang, ia memilih mempertahankan keseimbangan tim dan akhirnya keputusan tersebut kembali berbuah hasil manis.
Kemenangan dramatis atas Jepang semakin menambah daftar panjang keberhasilan Ancelotti dalam memenangkan pertandingan penting di menit-menit akhir.
Sepanjang kariernya, pelatih asal Italia itu dikenal sebagai spesialis comeback, terutama saat menangani Real Madrid di Liga Champions.
Tidak kurang dari 10 pertandingan fase gugur berhasil dimenangkan tim asuhannya melalui gol-gol dramatis pada menit-menit terakhir.
Kini, kemampuan itu juga mulai terlihat bersama Timnas Brasil.
Baca Juga:Sandro Sabatini: Messi Menang dari Ronaldo, tetapi Tak Pernah Bisa Mengalahkan MaradonaRonaldo: Messi Pemain Terhebat dalam Sejarah, Mbappe Mengingatkan Saya pada Masa Keemasan
Tak heran jika Federasi Sepak Bola Brasil berani mengambil langkah bersejarah dengan menunjuk pelatih asing untuk pertama kalinya memimpin Selecao.
Pengalaman panjang, ketenangan, serta keberanian mengambil keputusan yang tidak populer menjadi alasan utama mengapa Ancelotti dipercaya memimpin tim peraih lima gelar juara dunia tersebut.
Hal itu kembali terlihat saat kamera televisi menyorot reaksinya setelah Martinelli mencetak gol kemenangan.
Berbeda dengan para pemain yang larut dalam euforia, Ancelotti hanya tersenyum tipis dengan ekspresi tenang, seolah sudah yakin gol tersebut memang akan datang.
Ketenangan seperti itulah yang selama ini menjadi ciri khasnya. Saat tekanan datang, Ancelotti justru mampu mengeluarkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa timnya keluar sebagai pemenang.
