BPBD Kabupaten Tasikmalaya Siapkan Distribusi Air Bersih ke Desa Kertanegla Bojonggambir

krisis air bersih di bojonggambir tasikmalaya
Warga Desa Kertanegla mengambil air bersih di Masjid Jami Al-Ihsan. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musim kemarau kembali menekan ketersediaan air bersih di wilayah selatan Jawa Barat. Di Kabupaten Tasikmalaya, kondisi mulai mengkhawatirkan setelah ratusan kepala keluarga di Kecamatan Bojonggambir mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memastikan langkah distribusi air bersih segera dilakukan ke wilayah terdampak, khususnya Desa Kertanegla.

Kekeringan mulai dirasakan warga di Dusun Cipari dan Cipatat, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, hingga sanitasi.

Baca Juga:PKL Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Tasikmalaya Bakal Direlokasi5 Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Terobosan Baru Cegah Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja

Berdasarkan laporan pemerintah kecamatan, total terdapat sekitar 600 kepala keluarga (KK) di Desa Kertanegla Bojonggambir yang terdampak. Selain itu, Desa Pedangkamulyan juga mengalami kondisi serupa dengan sekitar 250 KK terdampak keterbatasan air bersih.

Meski mengalami krisis air, sebagian warga masih bertahan dengan memanfaatkan sumber air terbatas dari DKM Masjid Al-Ihsan sebagai alternatif sementara.

Pihak BPBD Kabupaten Tasikmalaya telah menerima permohonan resmi dari Kecamatan Bojonggambir terkait kebutuhan distribusi air bersih.

“Sebelumnya BPBD sudah mengarahkan pemerintah Kecamatan Bojonggambir untuk segera mengirim surat permohonan kebutuhan air bersih langsung,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana (Plt Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS.

Roni menegaskan bahwa distribusi air bersih akan segera dilakukan sebagai langkah respons cepat. Selain itu, BPBD juga tengah menyusun rencana aksi penanganan kekeringan yang lebih terstruktur sesuai kondisi tiap wilayah.

Dalam pembahasan lintas sektor, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penerbitan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan penanganan dampak kekeringan di tingkat kabupaten.

Camat Bojonggambir, Ucu Mulyana, menyampaikan bahwa permohonan bantuan air bersih diajukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa yang menunjukkan penurunan drastis ketersediaan air di beberapa titik wilayah.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Banjar Tanam Pohon di RS Orthopedi Ciamis, Wujud Kepedulian terhadap LingkunganBPJS Kesehatan Gandeng KDMP Dawagung untuk Perluas Kepesertaan dan Keaktifan JKN di Tasikmalaya

Ia menekankan bahwa kondisi ini sudah berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat, terutama untuk kebutuhan dasar seperti konsumsi, kebersihan, dan kegiatan rumah tangga lainnya.

“Sehubungan dengan kondisi tersebut, kami memohon kepada BPBD Kabupaten Tasikmalaya agar dapat memberikan bantuan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah Kecamatan Bojonggambir sesuai kebutuhan hingga ketersediaan air bersih kembali normal,” harap Ucu.

0 Komentar