Jelang Laga Lawan Belanda, Maroko Rayu Anak Van Persie Gabung Singa Atlas

Shaqueel van Persie
Shaqueel van Persie  Foto: Tangkapan layar Instagram@shaqueelvanpersie 
0 Komentar

Meski membawa nama besar ayahnya, Shaqueel perlahan mulai membangun jalannya sendiri.

Penyerang kelahiran 2006 itu menjalani musim yang cukup menjanjikan bersama tim utama Feyenoord.

Pada usia 19 tahun, ia berhasil mencetak dua gol dalam penampilan keduanya di Eredivisie saat menghadapi Sparta Rotterdam.

Baca Juga:Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC MilanAtalanta dan Fabregas Beri Tamparan Keras ke Inter Milan

Tak hanya itu, Shaqueel juga menyumbangkan dua assist di ajang Liga Europa ketika Feyenoord menghadapi Sturm Graz dan Real Betis.

Sayangnya, perkembangan pesatnya sempat terhambat cedera lutut yang memaksanya menepi cukup lama.

Ia baru kembali merumput dalam beberapa menit terakhir pada pertandingan penutup musim melawan PEC Zwolle.

Meski demikian, potensi besar yang dimilikinya tetap menarik perhatian banyak pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Maroko.

Sejumlah media Maroko bahkan mengklaim bahwa Shaqueel telah mantap memilih memperkuat Singa Atlas.

Namun, laporan dari sumber lain di Afrika Utara masih meminta publik untuk bersabar karena keputusan resmi dari sang pemain belum diumumkan.

Jika benar memilih Maroko, Shaqueel diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang di lini depan.

Baca Juga:Dibu Martinez Rela Potong Gaji Demi Juventus, Aston Villa Minta Uang Kompensasi Rp200 Miliar Plus Bonus Cardinale Sindir Allegri: AC Milan Bermain untuk Menang, Bukan Menghindari Kekalahan

Saat ini, beberapa penyerang utama Singa Atlas seperti Ayoub El Kaabi dan Youssef En-Nesyri sudah memasuki usia matang, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, Mohamed Ouahbi juga sempat mencoba Ismael Saibari sebagai penyerang tengah, sehingga kehadiran striker muda murni seperti Shaqueel akan memberikan lebih banyak pilihan taktik.

Lantas, mengapa Shaqueel van Persie memenuhi syarat membela Maroko?

Jawabannya berasal dari garis keturunan ibunya. Robin van Persie menikah dengan Bouchra Elbali, perempuan kelahiran Maroko.

Dengan latar belakang tersebut, Shaqueel memiliki hak untuk memilih membela tim nasional Belanda maupun Maroko sesuai regulasi FIFA.

Kasus ini hampir identik dengan Brahim Diaz, yang lahir di Spanyol tetapi memiliki ayah berkebangsaan Maroko.

Sebaliknya, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang juga memiliki darah Maroko dari pihak ayah, memilih tetap membela Spanyol.

Maroko juga dikabarkan terus memantau sejumlah pemain muda keturunan lainnya, termasuk gelandang akademi Real Madrid, Thiago Pitarch.

Strategi merekrut pemain berdarah ganda terbukti menjadi salah satu kunci kebangkitan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir.

0 Komentar