RADARTASIK.ID – Masa depan Nico Paz kembali menjadi topik panas di bursa transfer musim panas Eropa.
Como yang selama setahun terakhir menikmati perkembangan pesat sang gelandang serang Argentina kini menghadapi ancaman serius kehilangan pemain andalannya.
Manajemen Como bahkan dikabarkan tengah menjalankan misi khusus untuk mempertahankan Nico Paz.
Baca Juga:Mourinho: Barcelona Klub Terbesar di Dunia, Tepat di Belakang Real MadridPiala Dunia 2026: Messi Top Skor, Qatar Angkat Koper
Pertemuan penting dengan Real Madrid berlangsung di Valdebebas, markas latihan Los Blancos, untuk membahas nasib pemain berusia 21 tahun tersebut menjelang berakhirnya tenggat opsi pembelian kembali yang dimiliki klub raksasa Spanyol itu.
Direktur olahraga Como, Carlalberto Ludi, disebut melakukan upaya terakhir guna meyakinkan Presiden Real Madrid Florentino Perez agar tidak mengaktifkan klausul buy-back senilai 10 juta euro atau sekitar Rp200 miliar (kurs €1 = Rp20.000) sebelum 30 Juni.
Jika klausul itu tidak diaktifkan, Nico Paz akan tetap menjadi bagian penting proyek jangka panjang pelatih Cesc Fabregas pada musim depan.
Fabregas sendiri sebelumnya sudah memberikan pernyataan tegas mengenai masa depan pemain yang menjadi motor serangan Como tersebut.
“Dia akan tetap di sini bersama kami atau kembali ke Real Madrid, tetapi dia pasti tidak akan pergi ke Inter,” ujar Fabregas beberapa waktu lalu.
Namun situasi kini berubah. Real Madrid justru melihat Nico Paz sebagai aset yang bisa menghasilkan keuntungan besar di pasar transfer.
Klub ibu kota Spanyol itu dikabarkan ingin membeli kembali sang pemain dengan harga murah sebelum menjualnya ke klub lain dengan nilai yang jauh lebih tinggi.
Baca Juga:Giancarlo Marocchi: Saya Tidak Mau Melihat Nico Paz Dimainkan Sebagai Mezzala di Inter Milan Klopp Tak Punya Jagoan Pemenang Piala Dunia 2026: Keberuntungan Kalahkan Kualitas PemainÂ
Menurut laporan media Spanyol Marca, Real Madrid telah memasang harga awal sekitar 60 juta euro atau setara Rp1,2 triliun untuk Nico Paz.
Nilai tersebut bahkan disebut hanya berlaku dalam skenario tertentu yang melibatkan Como dan klausul pembelian kembali yang menguntungkan Los Blancos. Jika dijual ke klub lain, harga sang pemain bisa lebih tinggi lagi.
Situasi ini tentu membuat Como berada dalam posisi sulit. Klub yang dimiliki kelompok Djarum tersebut berharap bisa mempertahankan salah satu pemain terbaiknya, tetapi kekuatan finansial klub-klub besar Eropa menjadi ancaman nyata.
