Karena itu, klub ibu kota Prancis tersebut tidak ingin melepas pemainnya dengan harga murah.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Milan sedang mempelajari beberapa formula transfer yang lebih fleksibel.
Salah satu opsi adalah meminjam Ramos terlebih dahulu dengan opsi atau kewajiban membeli pada 2027.
Baca Juga:Raimondo Bantah AC Milan Ikuti Model Liverpool: Yang Satu Direncanakan, Satunya Lagi DadakanPellegatti: Pulisic Ditakdirkan untuk Tinggalkan AC Milan
Skema pembayaran bertahap juga disebut menjadi salah satu alternatif yang sedang dibahas.
Selain biaya transfer, Milan juga harus memperhitungkan gaji sang pemain. Ramos saat ini menerima bayaran sekitar 3 juta euro per musim, setara Rp60 miliar.
Meski bahagia berada di PSG, Ramos dikabarkan ingin mendapatkan menit bermain yang lebih banyak karena di bawah asuhan Luis Enrique, ia lebih sering menjadi pelapis dibanding starter.
Sepanjang musim lalu, Ramos tampil dalam 45 pertandingan di semua kompetisi. Namun, ia hanya dipercaya menjadi starter sebanyak 16 kali dengan total waktu bermain 1.704 menit.
Meski kesempatan bermain terbatas, produktivitasnya tetap cukup baik. Ramos berhasil mencetak 12 gol dan menyumbang dua assist. Artinya, ia rata-rata mencetak satu gol setiap 142 menit bermain.
Dari total 12 gol tersebut, enam di antaranya lahir di Ligue 1. Ia juga mencetak dua gol di Liga Champions, dua gol di Coupe de France, satu gol di Piala Super Prancis, serta satu gol di Piala Super UEFA.
Statistik tersebut semakin memperkuat keyakinan Amorim bahwa Ramos masih memiliki potensi besar apabila mendapatkan kepercayaan sebagai penyerang utama.
Baca Juga:Como Terancam Kehilangan Nico Paz: Real Madrid Berencana Menjual ke Penawar TertinggiTak Cocok dengan Gaji di Udinese, Zaniolo Bisa Pindah ke Juventus atau AC Milan
Kini, keputusan berada di tangan PSG. Jika klub Prancis itu bersedia membuka pintu negosiasi dengan skema yang diinginkan Milan, Goncalo Ramos berpeluang menjadi rekrutan marquee pertama era Ruben Amorim.
Keberhasilan mendatangkan Ramos juga akan menjadi sinyal kuat bahwa AC Milan benar-benar serius membangun tim baru yang mampu kembali bersaing memperebutkan gelar Serie A maupun Liga Champions pada musim mendatang.
