Strategi ini dilakukan agar keputusan mengenai pelatih benar-benar selaras dengan visi jangka panjang federasi.
Dengan kata lain, sosok yang nantinya menjabat direktur teknik akan memiliki pengaruh besar dalam memilih pelatih yang dianggap paling cocok memimpin Italia menuju Piala Dunia dan turnamen besar lainnya.
Namun, ketidakpastian sikap Maldini membuat FIGC mulai mempertimbangkan sejumlah alternatif.
Nama pertama yang muncul adalah Claudio Ranieri. Pelatih veteran tersebut baru saja mengakhiri keterlibatannya bersama AS Roma sebagai konsultan keluarga Friedkin.
Baca Juga:Portugal Kalahkan Uzbekistan 5-0: Ronaldo Tak Mau Jawab Pertanyaan Soal MessiChelsea Comot Marco Palestra dari Genggaman Inter Milan: Nerazzurri Tak Sanggup Ladeni Tawaran Gaji The Blues
Pengalamannya yang sangat luas, baik di Italia maupun luar negeri, menjadikan Ranieri sosok yang dihormati di berbagai kalangan sepak bola.
Ranieri dikenal sebagai figur pemersatu dengan kemampuan manajemen ruang ganti yang luar biasa.
Prestasinya yang paling dikenang tentu saat membawa Leicester City secara sensasional menjuarai Liga Inggris musim 2015-2016, salah satu kisah terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Selain Ranieri, nama Gianluigi Buffon juga masuk dalam pembahasan internal federasi.
Legenda Juventus dan tim nasional Italia itu sebelumnya telah bekerja di lingkungan Gli Azzurri dan memahami dinamika federasi secara mendalam.
Meski Buffon sempat mengundurkan diri setelah kegagalan Italia mencapai target dalam perjalanan menuju Piala Dunia, reputasinya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Italia membuatnya tetap menjadi kandidat yang diperhitungkan.
Kini semua keputusan berada di tangan Giovanni Malagò dan jajaran FIGC.
Baca Juga:Inter Siap Korbankan Bastoni dan Thuram demi Nico PazMassimo Marianella: Ibrahimovic Komentator Terburuk di Piala Dunia
Jika berhasil meyakinkan Paolo Maldini untuk menerima jabatan direktur teknik, Italia akan mendapatkan figur berkelas dunia yang memiliki visi kuat dalam membangun proyek jangka panjang.
Namun jika pendekatan tersebut gagal, federasi masih memiliki opsi aman melalui sosok berpengalaman seperti Claudio Ranieri atau ikon sepak bola Italia lainnya, Gianluigi Buffon.
Yang jelas, setelah beberapa tahun penuh kekecewaan dan ketidakstabilan, Italia membutuhkan keputusan yang tepat untuk mengembalikan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Langkah pertama menuju tujuan itu kemungkinan besar akan dimulai dari siapa yang duduk di kursi direktur teknik.
