Program OHAN sendiri melibatkan sekitar 20 pembina yang terdiri atas 12 pembina tahfiz dan delapan pembina tahsin tilawah.
Adapun jumlah peserta yang semula mencapai 49 orang kini tersisa 46 peserta karena beberapa mengundurkan diri dan ada yang pindah sekolah ke luar daerah.
Para pengasuh dari pondok pesantren berharap proses pencairan dapat segera dituntaskan sehingga semangat pembinaan Al-Qur’an tetap terjaga.
Baca Juga:DPRD Kota Tasikmalaya Minta PPPK Diprioritaskan Jadi PNS Sebelum CPNS DibukaTiga Tahun UMB Makin Berkualitas! Tata Kelola Diperkuat, Kampus Terus Melesat
Sebab, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari gagasan yang baik, tetapi juga dari kepastian pelaksanaannya di lapangan. (rezza rizaldi)
