Pengalaman tersebut membuat penyelenggara menerapkan standar keselamatan yang sangat ketat selama turnamen berlangsung.
Di Amerika Serikat, terdapat protokol khusus terkait ancaman badai petir. Aturan ini berlaku untuk berbagai acara olahraga besar, termasuk pertandingan sepak bola internasional.
Jika sistem pemantauan cuaca mendeteksi aktivitas petir dalam radius kurang dari 13 kilometer dari stadion, pihak berwenang dapat memerintahkan pertandingan dihentikan sementara.
Baca Juga:Alvarez Minta Dijual ke Barcelona, Atletico Madrid: Bayar Rp10 TriliunFrattesi Cuma Ingin Pindah ke Juventus, Inter Buka Opsi Barter dengan Thuram
Pemain, ofisial, dan penonton wajib meninggalkan area terbuka serta mencari perlindungan di tempat yang dianggap aman.
Aturan tersebut tidak memberikan ruang kompromi. Keselamatan menjadi prioritas utama, terlebih Amerika Serikat memiliki sejarah panjang terkait insiden cuaca ekstrem yang berdampak pada kegiatan olahraga dan acara publik.
Lalu kapan pertandingan bisa dilanjutkan?
Menurut protokol yang berlaku, laga hanya dapat dimulai kembali apabila tidak ada aktivitas petir yang terdeteksi dalam radius 13 kilometer selama minimal 30 menit berturut-turut.
Menariknya, penghitung waktu akan kembali dari awal setiap kali petir kembali terdeteksi.
Artinya, jika kondisi aman selama 29 menit lalu muncul satu sambaran petir pada menit ke-29, maka hitungan 30 menit harus dimulai lagi dari nol.
Inilah yang menyebabkan penundaan pertandingan bisa berlangsung sangat lama, seperti yang terjadi dalam duel Prancis kontra Irak.
Di sisi lain, FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki aturan universal yang mengatur semua kasus cuaca buruk dalam pertandingan sepak bola.
Baca Juga:Jurnalis Italia: Rabiot dan Maignan Cueki Permintaan Amorim untuk Bertahan di AC MilanJurnalis Italia: Nico Paz ke Inter Bakal Jadi Rekrutan Terbesar di Bursa Transfer Musim Panas
Presiden FIFA Gianni Infantino dan jajaran penyelenggara menyatakan bahwa setiap situasi akan dievaluasi secara terpisah sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.
Karena itu, keputusan untuk melanjutkan pertandingan, menundanya beberapa jam, atau bahkan menjadwalkan ulang ke hari lain akan ditentukan berdasarkan rekomendasi otoritas cuaca dan aparat keamanan setempat.
Kasus yang terjadi di Philadelphia menjadi bukti bahwa cuaca dapat memainkan peran besar dalam jalannya Piala Dunia 2026.
Dengan banyaknya pertandingan yang digelar di Amerika Serikat selama musim panas, ancaman badai petir diperkirakan masih bisa memengaruhi sejumlah laga lainnya sepanjang turnamen berlangsung.
Bagi Prancis, penundaan panjang tersebut tidak mengganggu performa mereka.
Namun bagi FIFA, kejadian ini menjadi pengingat bahwa faktor alam bisa menjadi lawan yang tidak dapat dikendalikan, bahkan dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.
