TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Prestasi internasional kembali dipersembahkan atlet muda Kota Tasikmalaya.
Syaquila Faeyza Arizoya (8) sukses mempersembahkan medali emas pada ajang International Gelora Taekwondo Indonesia Championship (GTIC) II 2026 di Yogyakarta.
Di tengah kebanggaan itu, apresiasi justru lebih dulu datang dari sektor swasta.
Baca Juga:Tiga Tahun UMB Makin Berkualitas! Tata Kelola Diperkuat, Kampus Terus MelesatDPRD Kota Tasikmalaya Minta OPD Jangan Loyo Gali Potensi PAD
PT Kartika Global Indo (Nukar) memberikan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta kepada atlet cilik tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi di bidang olahraga.
Direktur PT Kartika Global Indo (Nukar), Ine Aprillanie, mengatakan penghargaan itu merupakan komitmen perusahaan untuk mendorong lahirnya lebih banyak talenta muda yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional.
“Kami mengucapkan selamat kepada adik Syaquila atas raihan medali emas pada Kejuaraan Taekwondo Internasional,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
“Prestasi ini membanggakan karena membawa nama baik Kota Tasikmalaya. Apresiasi ini merupakan bentuk komitmen Nukar dalam mendukung generasi muda yang berprestasi, baik di bidang pendidikan, olahraga maupun kegiatan positif lainnya,” sambungnya.
Menurut Ine, dukungan terhadap dunia olahraga bukan kali pertama dilakukan Nukar.
Sebelumnya perusahaan juga terlibat dalam mendukung penyelenggaraan Liga Futsal Tasikmalaya tingkat SD, SMP hingga SMA.
Melalui berbagai program tersebut, Nukar ingin ikut berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berprestasi sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak berbakat untuk terus berkembang.
Baca Juga:Visualize 2.0 BTH Tasikmalaya Dorong Ide Mahasiswa Jadi Dampak DigitalPasokan Telur Dijaga, Inflasi Pangan di Kota Tasikmalaya Tak Dibiarkan Mengganas
Sementara itu, ayah Syaquila, Eka Arie Ramdani, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada putrinya.
Baginya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan kemampuan sang anak.
“Alhamdulillah, saya sebagai orang tua sangat berterima kasih atas apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi di bidang olahraga bela diri. Saya terharu melihat anak saya bisa sampai di titik ini,” tuturnya.
Eka menjelaskan, Syaquila mulai menekuni taekwondo sejak usia enam setengah tahun atau saat duduk di kelas satu sekolah dasar.
Ketertarikan itu muncul dari hobinya sendiri meski kedua orang tuanya bukan berlatar belakang atlet. Saat ini Syaquila berlatih di Galunggung Taekwondo Team (GTT).
Ke depan, ia berharap putrinya dapat terus meningkatkan prestasi hingga mampu mewakili Indonesia pada kejuaraan internasional yang lebih tinggi.
