Ruang Fiskal Sempit, Pemkot Tasikmalaya Tetap Prioritaskan Pelayanan Publik

ruang fiskal Pemerintah Kota Tasikmalaya
Pj Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi SH MH. diskominfo for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Keterbatasan ruang fiskal menjadi tantangan yang tengah dihadapi Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Namun, kondisi tersebut justru dijadikan momentum untuk memperketat skala prioritas agar pelayanan publik tetap berjalan optimal dan pembangunan tidak kehilangan arah.

Pj Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi SH MH menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Baca Juga:Suasana JB Sempat Heboh, Pengendara Motor Meninggal Mendadak di Simpang Tugu Kujang Kota TasikmalayaJenazah Lansia Ditemukan Mengambang di Sumur Umum Kota Tasikmalaya

Menurutnya, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan tata kelola yang lebih efektif dan efisien.

“Di tengah keterbatasan ruang fiskal saat ini, hikmahnya bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya adalah benar-benar menetapkan skala prioritas terhadap program yang paling urgen, berpihak pada pelayanan publik, serta mendesak bagi kepentingan umum yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menambahkan, Pemkot Tasikmalaya akan mengelola kondisi tersebut secara bertanggung jawab agar pelayanan masyarakat tetap terjaga, sekaligus memastikan program-program prioritas pembangunan dapat terus berjalan secara optimal.

Sebagai langkah memperkuat kemampuan fiskal daerah, Pemkot Tasikmalaya terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi layanan.

Strategi itu diyakini mampu meningkatkan efisiensi, memperluas potensi penerimaan daerah, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.

Di sisi lain, kebijakan penganggaran ke depan akan semakin diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemkot juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga:Liga Jabar Istimewa U-10 Regional Priangan Timur Saring Enam Tim Terbaik di Stadion Wiradadaha, ini HasilnyaYang Asli, yang Menang!

Hanafi optimistis, penguatan PAD, efisiensi belanja, digitalisasi layanan, dan sinergi lintas sektor menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Sebab, anggaran yang terbatas bukan alasan pelayanan ikut menyusut, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap rupiah harus benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat. (rls/rezza rizaldi)

0 Komentar