TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di dunia Vespa klasik, menjadi tua saja tidak cukup. Banyak Vespa berusia puluhan tahun. Bahkan ada yang lahir ketika pemiliknya sekarang belum lahir.
Namun usia tidak otomatis membuatnya istimewa. Yang dicari para pecinta Vespa adalah satu hal: keaslian.
Itulah yang menjadi ruh dalam kategori The Best Vespa Classic Original Look pada rangkaian Anniversary ke-28 Scooter Tasikmalaya Club (STC).
Baca Juga:Honor Pendamping Kelurahan di Kota Tasikmalaya Telat, Nasibnya Digantung Dua BulanSTC 28 Tahun, Persaudaraan Vespa Jadi Magnet Ribuan Scooterist Hadir di Kota Tasikmalaya
Juri tidak sedang mencari Vespa yang paling mengilap. Tidak pula yang paling mahal. Mereka mencari Vespa yang paling setia kepada sejarahnya sendiri.
Ada tujuh aspek yang dinilai: originalitas, keaslian mesin, keaslian bodi, kelistrikan, cat dan decal, kaki-kaki, hingga aksesoris. Semua diperiksa. Semua dicocokkan dengan spesifikasi zamannya.
Hasilnya cukup mencolok. Dari delapan peserta yang tampil, satu nama melesat jauh meninggalkan yang lain: Dun Sudit B Beket EHL. Skor yang diraihnya mencapai 665 poin.
Jaraknya tidak sekadar unggul. Ia seperti berlari sendirian di depan. Peserta lainnya memperoleh nilai 400 poin, 350 poin, 280 poin, 240 poin, 200 poin, hingga 190 poin. Sementara Dun Sudit berhasil menembus angka yang bahkan sulit didekati peserta lain.
Menurut anggota tim penilai kontes Vespa, Depille, dominasi nilai tersebut bukan terjadi karena satu atau dua komponen saja.
“Hampir seluruh aspek penilaian unggul. Mulai dari keaslian mesin, bodi, kelistrikan, cat dan decal, kaki-kaki hingga aksesoris,” ujarnya.
Artinya sederhana. Vespa itu tidak hanya terlihat asli. Ia memang dirawat agar tetap asli.
Baca Juga:28 Tahun STC: Ketika Vespa Menyatukan Persaudaraan di Tasikmalaya!Belanja Program MBG di Kota Tasikmalaya Jangan Sampai Jadi Rezeki Daerah Lain
Di tengah tren modifikasi yang semakin kreatif, mempertahankan keaslian justru menjadi pekerjaan yang lebih sulit. Mencari baut yang sesuai tahun produksi. Menyesuaikan warna kabel kelistrikan. Memastikan bentuk bodi tidak berubah. Bahkan memastikan decal tetap sesuai era kelahirannya.
Semua membutuhkan kesabaran. Dan kesabaran itulah yang tampaknya dibayar lunas pada malam penjurian. Kontes ini akhirnya mengajarkan satu pelajaran menarik.
Bahwa dalam dunia yang serba baru, masih ada orang-orang yang memilih menjaga yang lama. Bukan karena tidak mampu mengikuti zaman.
Tetapi karena mereka memahami satu hal yang sering dilupakan banyak orang: sesuatu yang asli selalu memiliki nilai yang tidak bisa dipalsukan.
