TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Vespa itu ternyata bukan sekadar motor. Kalau hanya motor, tidak mungkin ribuan orang rela datang dari Yogya, Malang, Bali, Semarang, Bandung, Bekasi, Bogor, Banten, Tangerang, Depok, Purwakarta, hingga seluruh Priangan Timur hanya untuk berkumpul di halaman STIMIK Tasikmalaya.
Mereka datang bukan untuk balapan. Bukan pula untuk pamer kendaraan.Mereka datang untuk sesuatu yang lebih mahal daripada harga sebuah Vespa lawas: persaudaraan.
Sabtu malam, 20 Juni 2026, halaman STIMIK Tasikmalaya berubah menjadi lautan scooterist. Bendera komunitas berkibar di mana-mana. Mesin dua tak berdengung seperti sedang bernostalgia dengan masa lalu.
Baca Juga:Belanja Program MBG di Kota Tasikmalaya Jangan Sampai Jadi Rezeki Daerah LainKarena Aroma Tak Sedap, Jenazah Lansia Hidup Sebatang Kara Ditemukan di Tasikmalaya
Acara Anniversary ke-28 Scooter Tasikmalaya Club (STC) dimulai sejak pukul 15.30 WIB. Titik kumpulnya di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto memimpin langsung Rolling Thunder bersama Ketua STC Enan Suherlan.
Turut mendampingi Wakapolres Kompol Aulia Robby Kartika Putra, Kasat Lantas AKP Haga Deo Harefa, Kasat Intel Widi Eko Prastyono, Ketua Panitia Asep Saeful Efendi, serta Panglima STC yang akrab disapa Mang Ozon.
Konvoi berjalan tertib. Tidak ada arogansi jalanan. Yang terlihat justru wajah-wajah bahagia. Sesampainya di lokasi, rombongan disambut pertunjukan Longser pimpinan Amang Bolon.
Nuansa Sunda langsung terasa. Tasikmalaya seperti sedang memperkenalkan identitasnya kepada tamu-tamu dari berbagai daerah.
Kapolres dan Ketua STC kemudian berkeliling mengunjungi kontes Vespa. Ada Vespa klasik. Ada Vespa ekstrem. Ada pula Vespa yang bentuknya membuat orang bertanya: ini motor atau karya seni?
Menjelang magrib dilakukan pemotongan tumpeng. Sederhana. Tetapi penuh makna. Dua puluh delapan tahun bukan usia yang pendek bagi sebuah komunitas. Banyak organisasi lahir besar lalu hilang. STC justru semakin matang.
Baca Juga:Perajin Tahu Terjepit, Pemkot Tasik Siapkan Langkah SolusiPekarangan Produktif Jadi Senjata Ketahanan Pangan di Kota Tasikmalaya
Selepas Isya, suasana berubah. Panggung mulai mengambil peran. Band-band lokal membuka malam. Lalu hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budi Mahmud Saputra. Disusul Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra.
Keduanya tidak hanya datang memberi sambutan. Mereka ikut merasakan energi yang sedang tumbuh malam itu.
Budi Mahmud Saputra mengapresiasi konsistensi STC menjaga semangat persaudaraan selama 28 tahun.
