28 Tahun STC: Ketika Vespa Menyatukan Persaudaraan di Tasikmalaya!

Anniversary ke-28 Scooter Tasikmalaya Club
Kemeriahan Anniversary 28 tahun STC, Sabtu (20/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Tema “Vespaphoria”, menurutnya, bukan sekadar pesta para pecinta Vespa, melainkan ruang silaturahmi nasional yang sekaligus mempromosikan Kota Tasikmalaya.

Diky Candra juga menyampaikan apresiasi serupa. Ia melihat STC berhasil menghadirkan acara yang meriah namun tetap bermakna.

Ia bahkan mengajak para scooterist dari luar daerah untuk ikut mengenalkan Kota Tasikmalaya sebagai tujuan wisata dan kota penyelenggara berbagai event kreatif.

Baca Juga:Belanja Program MBG di Kota Tasikmalaya Jangan Sampai Jadi Rezeki Daerah LainKarena Aroma Tak Sedap, Jenazah Lansia Hidup Sebatang Kara Ditemukan di Tasikmalaya

Setelah itu, panggung benar-benar hidup. Dhyo Haw tampil pertama. Musiknya yang khas membuat ribuan penonton bergoyang santai.

Tidak ada jarak antara musisi dan penonton. Semuanya terasa seperti keluarga besar. Satu jam kemudian giliran Denny Frust naik panggung.

Di titik inilah suasana berubah menjadi lautan manusia yang bernyanyi bersama. Tidak ada yang diam. Tidak ada yang terlihat lelah. Yang ada hanya kegembiraan.

Malam semakin larut. Tetapi energi justru semakin naik. Pertelon Koplo menjadi penutup yang sempurna. Panggung berguncang. Penonton berteriak. Lampu-lampu menari di udara.

Suasana menjadi histeris dalam arti yang paling membahagiakan. Konsep acara yang digarap oleh sang LO, Mang Ade DJ, mendapat banyak pujian.

Tata cahaya, tata panggung, hingga pengaturan acara membuat suasana terasa seperti konser berskala nasional.

Padahal ini acara komunitas.

Di sinilah hebatnya. Komunitas sering dianggap kecil. Tetapi ketika dikerjakan dengan hati, hasilnya bisa lebih besar daripada acara resmi.

Baca Juga:Perajin Tahu Terjepit, Pemkot Tasik Siapkan Langkah SolusiPekarangan Produktif Jadi Senjata Ketahanan Pangan di Kota Tasikmalaya

Yang paling bahagia mungkin bukan hanya para scooterist. Sebanyak 25 stand UMKM yang mengisi area acara mengaku menikmati berkah perputaran ekonomi.

Makanan habis. Minuman laris. Dagangan bergerak cepat. Ada uang yang berputar. Ada ekonomi rakyat yang hidup.

Maka Anniversary ke-28 STC sebenarnya bukan hanya tentang Vespa. Bukan hanya tentang musik. Bukan hanya tentang konvoi.

Ini tentang sebuah komunitas yang berhasil menjaga satu hal yang semakin mahal di zaman sekarang. Persaudaraan.

Dan selama persaudaraan itu masih hidup, Vespa tidak akan pernah menjadi sekadar motor. (red)

0 Komentar