TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persaingan menuju level Jawa Barat dari Regional Priangan Timur telah resmi dimulai sejak Sabtu (20/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026).
Sebanyak 32 tim mengikuti Liga Jabar Istimewa U-10 Regional Priangan Timur dengan target mengamankan enam tiket menuju putaran provinsi.
Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, H Wahid, menjelaskan seluruh regional di Jawa Barat diikuti 32 tim.
Baca Juga:Yang Asli, yang Menang!Honor Pendamping Kelurahan di Kota Tasikmalaya Telat, Nasibnya Digantung Dua Bulan
Namun, jumlah wakil dari masing-masing kota dan kabupaten berbeda, disesuaikan dengan banyaknya peserta pada babak sebelumnya.
“Kota Tasikmalaya mendapat jatah enam tim karena peserta di tingkat kota cukup banyak. Ada daerah yang mengirim lima tim, ada juga yang enam. Semua disesuaikan agar jumlah peserta regional menjadi 32 tim,” ujarnya.
Menurut Wahid, babak regional diawali dengan sistem grup. Seluruh peserta dibagi ke dalam delapan grup, kemudian juara dan runner-up masing-masing grup melaju ke babak 16 besar.
“Setelah itu pertandingan menggunakan sistem gugur. Dari sana akan diambil enam tim terbaik yang berhak lolos ke tingkat Jawa Barat,” katanya.
Ia menambahkan, jalur kompetisi kelompok usia dini ini tidak berhenti di tingkat provinsi. Khusus kategori U-10 dan U-12, juara Jawa Barat akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional dalam ajang Piala Presiden Grassroot.
“Kalau juara di tingkat provinsi, langsung mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional. Jadi pembinaan usia dini ini memang memiliki jenjang yang jelas,” ungkapnya.
Wahid menjelaskan Liga Jabar Istimewa mempertandingkan empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-19. Namun, hanya kategori U-10 dan U-12 yang memiliki tahapan hingga tingkat nasional.
Baca Juga:STC 28 Tahun, Persaudaraan Vespa Jadi Magnet Ribuan Scooterist Hadir di Kota Tasikmalaya28 Tahun STC: Ketika Vespa Menyatukan Persaudaraan di Tasikmalaya!
“Untuk U-14 dan U-19, juara kota atau kabupaten langsung ke tingkat provinsi tanpa melalui regional, tetapi tidak berlanjut ke tingkat nasional. Yang memiliki jenjang nasional hanya grassroot U-10 dan U-12,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Menurutnya, kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya dan Wali Kota Tasikmalaya menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
“Alhamdulillah pemerintah daerah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi,” katanya.
